HANDY TALKY

1.    Latar belakang Masalah

Seiring dengan perkembangan jaman dan lmu pengetahuan, tenologi diberbagai bidang juga mengalami perkembangan. Misalnya saja dibidang teknologi komunikasi. Sekarang ini banyak teknologi kmunikasi yang bermunculan ditengah masyarakat hal ini terjadi karena kebutuhan masyarakat akan informasi yang terus meningakat sehingga dibutuhkan suatu alat penyampaian pesan atau informasi yang cepat dan tepat. Salah satu produk teknologi komunikasi tersebut adalah teknologi Handy Talky. Handy Taky adalah suatu alat komunikasi searah yang digunakan unutk berkomunikasi dengan bentuknya yang mirip dengan telepon seluler. Berikut akan dibahas tentang teknologi Handy Talky.

2.    Perumusan masalah

·         Penegertian Handy Talky

·         Perangkat Handy Talky

·         Perkembangan Handy Talky

·         Untung rugi penggunaan Handy Talky

3.    Manfaat

·         Kita memahami tentang teknologi komunikasi Handy Taky

·         Wawasan yang semakin luas tentang perkembangan teknologi

4.    Tujuan

·         Untuk mengenalkan kepaada kita tentang teknologi komunikasi Handy Talky

 

 

 

 

HANDY TALKY

Handy talky

Handy talky ini biasa disebut secara singkat: HT. HT merupakan sebuah alat komunikasi yang bentuknya mirip dengan telepon genggam, tetapi sifatnya searah. Karena searah, maka si pengirim pesan dan si penerima tidak bisa berbicara pada saat yang bersamaan.
HT menggunakan gelombang radio frekuensi khusus, dan sering dipakai untuk komunikasi yang sifatnya sementara karena salurannya dapat diganti-ganti setiap saat.

 

Radio Over IP,

Sebuah mimpi yang tak terbeli, itu terlantun dari sebuah lagu, tetapi apakah memang hari ini tetap tak terbeli ? Beberapa tahun kebelakang, adalah sebuah mimpi disiang hari, atau bahkan membayangkan saya hampir tidak mungkin, tentang radio komunikasi  yang bekerja pada band VHF atau UHF, bisa dan mampu memfasilitasi sebuah komunikasi radio jarak jauh seperti diatas, dari saudara kita yang berada diBanda Aceh, langsung berbicara tanpa relay dengan saudara kita yang berada diJayapura, sekali lagi yang berjarak lebih dari 3000 Km. Apakah betul hari ini sang mimpi tentang hal itu masih tak terbeli ?  Perhatikan gambar dibawah ini sebelum menjawabnya ..Handy Talky, berkomunikasi secara langsung, dengan asumsi jarak maksimum, 2 kilometer,

ht-to-ht.GIF

Handy Talky, berkomunikasi dengan bantuan fasilitas radio pengulang, atau yang biasa disebut sebagai repeater, tergantung ketinggian dan kekuatan pemancar repeater, bias memfasilitasi komunikasi dari dua perangkat tersebut hingga 100 kilometer atau bahkan lebih jauh lagi,

ht-tower-ht.GIF

Sebagai salah satu implementasi dari tehnology Voice over IP, didalam dunia radio komunikasi sudah muncul sebuah tehnology yang disebut RoIP, atau Radio over IP, sebuah istilah dan definisi baru dalam dunia komunikasi suara, melengkapi tehnology pengiriman suara melalui media listrik dan media frekwensi radio. Apakah menurut anda sang mimpi, yaitu berkomunikasi radio dalam band VHF atau UHF, melintas jarak lebih dari 3000 kilometer,  masih juga belum terbeli ?

htnetwork-ht.JPG

  Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, Jika suara kita dirubah menjadi energi listrik yang dikirimkan dalam bentuk denyut listrik melewati kabel-kabel, dan suara kita dirubah menjadi gelombang radio yang dipancarkan, maka dengan media tehnology IP (Internet Protocol), suara kita akan dirubah menjadi data digital dalam bentuk paket-paket kecil yang dikirim secara bertahap ketujuan, yang selanjutnya dirubah kembali menjadi suara.  

htdigi-ht.JPG

 

Tentunya diperlukan sebuah alat atau perangkat yang diperlukan untuk merubah suara yang diterima dari pancaran radio tersebut menjadi data digital yang kemudian akan diteruskan ketujuan melalui IP network tadi, alat perubah itu disebut sebagai gateway, atau media penghubung dari dua system atau lebih yang berbeda.

Untung Rugi Komunikasi HT

SEPERTINYA perangkat komunikasi radio HT sudah jauh ditinggalkan para penggemarnya, tidak seperti ketika telepon seluler belum seperti sekarang ini. Kalau toh ada, kebanyakan hanya pada lingkungan terbatas, seperti mereka yang bertugas di bidang keamanan dan para anggota radio amatir yang masih setia.

PADA saat ini kalau bukan mereka yang berkepentingan dengan pemakaian radio transceiver handie talkie (HT), mereka tentu akan enggan untuk menenteng HT. Apalagi penampilannya sampai saat ini memang belum banyak berubah, ada yang dibuat sebesar ponsel atau bahkan lebih mini lagi, namun selalu berakibat pada pengurangan kualitas transmisinya dan akibatnya akses menjadi sulit.

Kesan penampilan sebagai bagian dari anggota keamanan sangat melekat dan HT tidak bisa disembunyikan seperti halnya sebuah ponsel. Meski demikian, ada yang merasa semakin percaya diri dengan menenteng perangkat seperti ini, sama seperti kecenderungan para eksekutif sekarang yang terkesan canggih dengan membawa

communicator ataupun ponsel PDA (personal digital assistant) lainnya.

Rasa bangga bagi para petugas keamanan memegang HT, terutama karena memang semula hanya tingkat komandan yang dilengkapi fasilitas HT, sehingga mereka merasa menjadi orang penting dan selanjutnya sesama pemakai HT selalu memanggil dengan sebutan “nDan”, yang merupakan kependekan dari komandan.

Terlepas dari semua ini, radio transceiver (transmisi dan receiver/penerima) genggam memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pesawat telepon biasa maupun ponsel. Kecepatan menjangkau lawan bicara maupun reaksi penerimanya masih belum tertandingi oleh telepon.

Apalagi dengan HT maupun radio komunikasi lain bisa langsung diterima oleh banyak orang sekaligus sehingga untuk tujuan berkomunikasi dengan banyak orang masih merupakan pilihan yang mampu menandingi fasilitas telekonferensi.

Kelebihan-kelebihan ini yang kemudian diadopsi perusahaan Nextel Communications untuk memberikan layanan PTT (push-to-talk) pelanggan telepon mereka. Melalui sebuah telepon seluler, para pelanggan bisa berkomunikasi layaknya sebuah HT dengan seseorang maupun banyak orang sekaligus.

Reinkarnasi HT pada ponsel melalui jaringan telepon seluler ini mendapat sambutan hangat di Amerika Serikat. Dengan segera layanan ini diikuti perusahaan lain, termasuk di Eropa dan negara-negara lain, tahun lalu. Selain itu, juga penyempurnaan teknologi yang digunakan, yaitu dengan apa yang disebut PoC (push-to-talk over celluler).

KOMUNIKASI HT biasa dilakukan secara langsung dari HT ke HT (point to point) atau bisa juga dari HT ke perangkat repeater untuk disebarkan ke HT lainnya. Untuk jangkauan yang jauh, misalnya untuk sebuah kota atau bahkan antarkota, kemungkinan alternatif kedua yang dipilih.

Repeater dapat ditempatkan di sebuah tempat tertinggi di kota itu, bisa juga di sebuah puncak gedung tertinggi maupun puncak bukit atau gunung. Sedangkan untuk jaringan yang luas dibuat jaringan yang menghubungkan antar-repeater.

Sebenarnya secara prinsip tidak berbeda jauh dengan jaringan telepon seluler. Hanya, bedanya seluler membutuhkan repeater-repeater kecil yang diatur serapat mungkin satu dengan lainnya, sebaliknya repeater HT kalau bisa sesedikit mungkin dan jarak yang sejauh mungkin.

Untuk mencakup seluruh Pulau Jawa, repeater HT cukup didirikan sekitar 10 repeater di puncak-puncak gunung atau gedung tinggi. Sedangkan sistem seluler bisa sekitar 5.000 repeater kecil yang membentuk seperti sel.

Jaringan seluler terutama ditempatkan di kawasan kegiatan ekonomi, seperti pusat keramaian, termasuk jalan-jalan utama. Untuk daerah terpencil, apalagi di puncak-puncak gunung yang tidak ekonominya, biasanya sulit mendapatkan sinyal untuk seluler.

Sebaliknya repeater HT selalu ditempatkan di gunung- gunung tinggi yang kegiatan ekonominya hampir tidak ada. Dengan demikian, sedikit repeater HT mampu meng-cover daerah yang luas, terutama daerah-daerah terpencil yang biasa sulit dilakukan ponsel.

Jadi, sebenarnya kedua sistem itu tidak sempurna karena belum bisa menutup seluruh kawasan dan selalu ada blank- spot masing-masing. Dengan demikian, jika kedua sistem disatukan, akan memberikan coverage area yang lengkap.

Kedua sistem jaringan ini sebenarnya bisa digantikan telepon satelit yang bisa meliput seluruh permukaan Bumi. Namun, telepon satelit juga memiliki kelemahan lainnya karena letaknya yang jauh dari Bumi.

Untuk bisa menjangkau satelit, sebuah telepon satelit (ponsat) membutuhkan antena yang lebih baik dan tidak boleh terhalang oleh atap gedung maupun pohon. Jadi, untuk menyempurnakan daya tangkap maupun kirimnya satelit, bisa juga menggunakan repeater-repeater di darat, terutama untuk radio hiburan yang sekarang baru diterapkan di AS.

APAKAH ponsel PTT atau PoC mampu menggantikan peran HT yang makin tenggelam saat ini?

Reinkarnasi ini memang tidak seratus persen menggantikan peran HT yang digunakan selama ini. Banyak hal yang bisa disempurnakan meski juga ada sisi lemahnya.

Kelemahan pada radio transceiver terutama menyangkut keamanan informasinya. Semua pembicaraan melalui HT apalagi diketahui frekuensi receiver-nya akan bisa didengarkan oleh pihak lain.

Bahkan, untuk frekuensi radio yang tidak diketahui, bisa dicari dengan cara men-scan pada daerah pita frekuensi tertentu. Sekarang ini banyak repeater radio yang sudah dilindungi dengan berbagai cara, seperti digital scrambler, digital maupun tone squelch, sampai trunking system.

Semua fasilitas perlindungan ini membuat HT menjadi sangat khusus dan harganya juga semakin mahal, selain bertambah tebal saja bentuk fisiknya. Sedangkan untuk digital maupun tone squelch saja tidak semua produsen HT menyediakan produknya.

Dalam hal ini, produk HT Motorola yang biasa bermain di commercial-band memang masih unggul. Sedangkan untuk produk radio amatir yang khusus untuk pita frekuensi amatir sangat tertinggal, barangkali hanya Yaezu yang belakangan meluncurkan produk yang mengimbangi produk Motorola, tetapi untuk jalur radio amatir.

Dengan ponsel PTT (sebutan yang lebih familier daripada PoC) akan mampu menjawab semua ini. Hanya orang-orang tertentu yang masuk daftar yang bisa mendengarkan komunikasi HT seluler ini sehingga informasi rahasia tidak bisa didengarkan oleh orang di luar dari yang telah ada kegiatan

didaftar.

Radio komunikasi konvensional juga mencoba mengadopsi teknologi informasi. Antara lain dengan masuk melalui jaringan informasi broadband sehingga jaringan yang digelar di Pulau Jawa, misalnya, bisa langsung berhubungan dengan jaringan HT di pulau lain.

Lalu, apa kelemahan pada ponsel PTT?

Tentu ada, terutama pada biaya yang harus dikeluarkan. Berkomunikasi melalui jaringan seluler tentu tidak gratis dan hal ini yang akan membatasi. Tidak lagi bisa berbicara berpanjang-panjang seperti ketika menggunakan HT.

Dengan demikian, bisa diyakini, meski jaringan di Indonesia sudah mengoperasikan ponsel PTT, hal itu tidak akan menggusur pemakaian HT. Karena, pemakaian frekuensi pada HT boleh dibilang gratis, bahkan mereka tidak banyak tahu kalau frekuensi tidak bisa digunakan semaunya sendiri.

Meskipun demikian, fenomena pemakaian HT melalui jaringan seluler diperkirakan tetap akan ramai. Terutama masyarakat umum akan bisa menggunakan ponsel HT ini tanpa takut-takut melanggar aturan keamanan karena HT baru ini tidak perlu lagi izin ataupun kecakapan tertentu, cukup membayar pulsa. (AWE)

 

 

Meringkas Peranti Komunikasi dengan IPICS 2.0

JAKARTA – Beberapa jenis alat komunikasi sekaligus bisa dirangkum dalam satu integrasi. Artinya, handy talkie bisa bicara dengan telepon seluler, komputer jinjing bisa ke handy talkie, dan sebagainya. Syaratnya, harus ada koneksi Internet tentunya. Mari berkenalan dengan aplikasi IP Interoperability Collaboration System (IPICS) 2.0.

Berapa banyak jenis peranti komunikasi yang kita pakai sehari-hari? Telepon seluler (ponsel), telepon kantor, telepon rumah, belum lagi mereka yang membutuhkan Handy Talky (HT). Kadang kita bahkan butuh lebih dari satu jenis ponsel, yakni yang General Mobile Systems (GSM) dan yang Code Division Multiple Acces (CDMA) sekaligus.
Banyak perusahaan dan individu yang masih membutuhkan HT. Perangkat komunikasi berbasis radio ini walau terkesan kuno, tetap saja diperlukan.
“Untuk mereka yang bekerja di perusahaan pertambangan, perkebunan, atau industri dengan jangkauan luas seperti transportasi atau militer tetap membutuhkan HT. Masalahnya, dari HT tidak bisa terhubung ke ponsel atau telepon tetap,” ungkap Irfan Setiaputra, Managing Director

Cisco System Indonesia kepada pers di Jakarta, pekan lalu.
Sesama HT sendiri kerap tidak bisa berkomunikasi apabila menggunakan kanal frekuensi yang berbeda, padahal ada saatnya dimana antar perangkat komunikasi berbeda membutuhkan koneksi, misalnya dari ponsel ke HT, dari telepon biasa ke HT, atau bahkan dari HT yang berbeda frekuensi.
Kini masalah itu bisa teratasi dengan adanya IPICS 2.0 dari Cisco System. Jangankan dari HT ke ponsel atau telepon tetap, komunikasi dengan IPICS 2.0 memungkinkan terkoneksinya antara HT ke komputer jinjing sekalipun. Semua perangkat komunikasi tersebut, ponsel, HT, laptop dan telepon biasa diintegrasikan dalam suatu sistem melalui IPICS 2.0. Sesuai namanya, basis komunikasinya menggunakan Internet.
Untuk memungkinkan koneksi dari HT ke laptop, lebih dulu laptop-nya diinstal dengan peranti lunak yang sama fungsinya dengan HT. Dengan begini, pengguna dapat berkomunikasi ke HT walau dari lain pulau sekalipun.
Untuk saling terhubung, semua perangkat tersebut harus diseting dulu ke peranti keras server IPICS 2.0. Ini merupakan server berbasis Linux yang didukung dengan peranti lunak, IPICS Policy Manager, IPICS Dial Ports, Virtual Talp Groups Ports yang mampu mengkombinasikan kanal frekuensi yang berbeda pada user.
Guna terhubung dengan integrasi dibutuhkan user ID dan password, sehingga tidak bisa sembarang orang menggabungkan diri dengan sistem ini walau mengetahui nomor telepon tertentu.
Cisco IPICS 2.0, membuat kemampuan menghapus kelebihan
MODEM Handy Talky (HT)

Modem Handy Talky adalah modem yang digunakan untuk kirim SMS antara alat komunikasi HT,bila menggunakan handphone kirim SMS pulsa HP akan dipotong tetapi kalau menggunakan modem HT kita tidak usah memikirkan pulsa.

Cara kerja MODEM Handy Talky adalah alat komunikasi HT dihubungkan dengan modem lalu modemnya dihubungkan dengan komputer atau laptop pada bagian port Com 1 atau Com 2,untuk sms antara HT maka harus menggunakan frekuensi yang sama,misal HT ke 1 menggunakan frekuensi 148,00 Mhz maka HT ke 2 juga harus menggunakan frekuensi 148,00 Mhz.

biaya dalam mengelola beragam peranti komunikasi yang sebelumnya tidak saling terhubung.

Kondisi geografis Indonesia yang unik sangat membutuhkan solusi komunikasi macam ini. Sebab masih banyak area yang belum terjangkau jejaring selular maupun telepon biasa.n

Handy talky

Handy talky ini biasa disebut secara singkat: HT. HT merupakan sebuah alat komunikasi yang bentuknya mirip dengan telepon genggam, tetapi sifatnya searah. Karena searah, maka si pengirim pesan dan si penerima tidak bisa berbicara pada saat yang bersamaan.
HT menggunakan gelombang radio frekuensi khusus, dan sering dipakai untuk komunikasi yang sifatnya sementara karena salurannya dapat diganti-ganti setiap saat.

 

Cisco Luncurkan Perangkat Interkoneksi Canggih IPICS 2.0

 

 

 

 

sa digunakan untuk di dunia telekomunikasi khususnya telepon untuk membypass SLJJ dan SLI agar tidak perlu membayar biaya mahal. Teknik membypass tersebut

Produsen perangkat keras dan lunak asal Amerika Serikat (AS), Cisco System Inc, meluncurkan produk interkoneksi canggih Cisco IP Interoperability Collaboration System (IPICS) 2.0 yang mampu menggabungkan koneksi berbagai perangkat komunikasi ke dalam satu jaringan internet.

Dengan perangkat itu pengguna dapat menggabungkan koneksi antara pesawat telepon PSTN (Public Switched Telephone Network), Land Mobile Radio (LMR), telepon seluler, komputer, dan Handy Talkie Push To Talk (HTPTT).

Jadi dasarnya mengintegrasikan HT (handy talky), PSTN, IP Phone (Internet Protocol Phone) ke dalam satu jaringan. HT tetap digunakan karena coverage yang luas dan tidak bisa digantikan oleh alat lain.

Jika sebelumnya, HT terisolir karena pengkotakkan perangkat komunikasi, dengan IPICS 2.0 antar perangkat seperti radio, IP Phone, telepon mobile atau komputer yang sudah dilengkapi software Cisco Push To Talk Management Center (PMC) dapat diinterkoneksikan sehingga komunikasi antar lingkuangan kantor dan di lapangan semakin tidak terbatas.

Solusi ini menegaskan posisi jaringan menjadi platform. Interoperabilitas antar jenis perangkat komunikasi yang berbeda kini dapat teratasi sekaligus memberikan penghematan biaya komunikasi. Hanya menggunakan satu perangkat komunikasi, kita dapat berkomunikasi tanpa dibatasi lokasi dan tipe jaringan yang dipakai.

Komunikasi menjadi kendala bagi perusahaan seperti pertambangan atau perkebunan yang berareal luas, sehingga harus menggunakan dua alat komunikasi yaitu ponsel dan HT.

Permasalahan yang dihadapi oleh pengguna HT adalah mempunyai channel atau frekuensi yang berbeda, area yang terbatas, dan bisa tidak dapat berkomunikasi dengan HT yang berbeda merk.

Kondisi geografis Indonesia yang unik memerlukan solusi komunikasi yang efektif dan efisien dalam biaya. Cisco IPICS 2.0 memungkinkan pesawat radio di satu pulau dengan pulau yang lain dapat saling terhubung bahkan dalam channel yang berbeda. Mereka yang bertugas di pedalaman, di hutan dan di tengah lautan, komunikasi menjadi semakin mudah.

IPICS cocok digunakan oleh institusi yang kerap menggunakan HT untuk bekerja, misalnya instansi pemerintah seperti tentara, kepolisian dan paramedis, serta perusahaaan lapangan seperti pertambangan, perminyakan dan gas, serta perusahaan jasa pengamanan/sekuriti.

Komponen-komponen IPICS yaitu Cisco IPICS Server Hardware, IPICS Server Software, IPICS Policy Manager, IPICS Dial Ports, Channel/Radio Ports, Virtual Talk Group (VTG) Ports. PMC (Push To Talk Management Center) dan IP Phone PTT Service.

Semua komponen IPICS tersebut dapat dibeli satu paket atau beberapa komponen yang optional (pilihan). Bisa dibeli terpisah. Harga satu paket IPICS 2.0 kurang lebih 55.100 dolar Amerika.

Pengoperasian IPICS ini diatur oleh IPICS Server yang telah diinstal dengan IPICS Software dan disambungkan dengan komputer yang terkoneksi dengan internet. Komputer tersebut akan difungsikan sebagai pengatur (dispetcher) traffic komunikasi antar pesawat seperti PSTN, Ponsel, dan HT.

Komputer tersebut dapat mengatur chanelling tiap pesawat komunikasi, tetapi tidak dapat mengatur setting frekuensi, karena setting frekuensi tersebut dilakukan di pesawat HT.

Pernahkah anda membayangkan, anda berkomunikasi dari perairan di Makassar menggunakan handy talkie (HT) berbicara dengan rekan anda yang berada di k bangunan atau gunung. Sebagai bayangan Relay Amatir Radio ORARI di gunung TangAceh menggunakan handy talkie (HT) di 2 meter atau VHF? Betul, tidak perlu lagi menggunakan Single Side Band (SSB) untuk melakukan komunikasi demikian jauh.

Pada masa lalu, kita biasanya menggunakan relay, biasanya di sebut sebagai repeater, agar dua buah HT dapat berkomunikasi jarak jauh satu sama lain. Relay biasanya di pasang di posisi yang tinggi, bisa di puncakuban Perahu memungkinkan kita yang menggunakan 2 meter-an atau VHF berkomunikasi satu sama lain di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Tapi untuk berkomunikasi dengan seluruh Indonesia, tampaknya kita perlu membuat jaringan repeater yang mengkaitkan seluruh Indonesia, tentunya bukan pekerjaan yang mudah.

Pada hari ini, dengan di bantu Internet sebagai relay, komunikasi menggunakan HT di 2 meter atau VHF dapat di relay ke lokasi yang jauh seluruh Indonesia asalkan ada Internet. Secara logika memang masuk akal sekali, apalagi bagi kita yang biasa menggunakan Internet pasti familiar dengan Yahoo Messenger (YM) yang memungkinkan kita chatting menggunakan text maupun suara dengan komputer lain di Internet. Teknologi ini di kenal sebagai Voice over Internet Protocol atau VoIP.

Pada tingkat yang lebih tinggi, teknologi VoIP biamulai di adopsi oleh rekan-rekan amatir radio di dunia, dengan menyambungkan peralatan radio-nya ke Internet dan menggunakan Internet sebagai relay jarak jauh-nya.

Teknik komunikasi Amatir Radio menggunakan Internet yang banyak di adopsi di dunia, termasuk di Indonesia, adalah eQSO. Menggunakan eQSO seorang amatir radio dapat saling terhubung tidak hanya menggunakan media udara, tetapi juga melalui Internet. Ini membuka peluang amatir radio dapat menikmati kebebasan berkomunikasi antara amatir radio lainnya melalui frekuensi radio, melalui Internet atau campuran keduanya.

 

 

 

   Untung Rugi Komunikasi HT

SEPERTINYA perangkat komunikasi radio HT sudah jauh ditinggalkan para penggemarnya, tidak seperti ketika telepon seluler belum seperti sekarang ini. Kalau toh ada, kebanyakan hanya pada lingkungan terbatas, seperti mereka yang bertugas di bidang keamanan dan para anggota radio amatir yang masih setia.

PADA saat ini kalau bukan mereka yang berkepentingan dengan pemakaian radio transceiver handie talkie (HT), mereka tentu akan enggan untuk menenteng HT. Apalagi penampilannya sampai saat ini memang belum banyak berubah, ada yang dibuat sebesar ponsel atau bahkan lebih mini lagi, namun selalu berakibat pada pengurangan kualitas transmisinya dan akibatnya akses menjadi sulit.

Kesan penampilan sebagai bagian dari anggota keamanan sangat melekat dan HT tidak bisa disembunyikan seperti halnya sebuah ponsel. Meski demikian, ada yang merasa semakin percaya diri dengan menenteng perangkat seperti ini, sama seperti kecenderungan para eksekutif sekarang yang terkesan canggih dengan membawa

communicator ataupun ponsel PDA (personal digital assistant) lainnya.

Rasa bangga bagi para petugas keamanan memegang HT, terutama karena memang semula hanya tingkat komandan yang dilengkapi fasilitas HT, sehingga mereka merasa menjadi orang penting dan selanjutnya sesama pemakai HT selalu memanggil dengan sebutan “nDan”, yang merupakan kependekan dari komandan.

Terlepas dari semua ini, radio transceiver (transmisi dan receiver/penerima) genggam memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pesawat telepon biasa maupun ponsel. Kecepatan menjangkau lawan bicara maupun reaksi penerimanya masih belum tertandingi oleh telepon.

Apalagi dengan HT maupun radio komunikasi lain bisa langsung diterima oleh banyak orang sekaligus sehingga untuk tujuan berkomunikasi dengan banyak orang masih merupakan pilihan yang mampu menandingi fasilitas telekonferensi.

Kelebihan-kelebihan ini yang kemudian diadopsi perusahaan Nextel Communications untuk memberikan layanan PTT (push-to-talk) pelanggan telepon mereka. Melalui sebuah telepon seluler, para pelanggan bisa berkomunikasi layaknya sebuah HT dengan seseorang maupun banyak orang sekaligus.

Reinkarnasi HT pada ponsel melalui jaringan telepon seluler ini mendapat sambutan hangat di Amerika Serikat. Dengan segera layanan ini diikuti perusahaan lain, termasuk di Eropa dan negara-negara lain, tahun lalu. Selain itu, juga penyempurnaan teknologi yang digunakan, yaitu dengan apa yang disebut PoC (push-to-talk over celluler).

KOMUNIKASI HT biasa dilakukan secara langsung dari HT ke HT (point to point) atau bisa juga dari HT ke perangkat repeater untuk disebarkan ke HT lainnya. Untuk jangkauan yang jauh, misalnya untuk sebuah kota atau bahkan antarkota, kemungkinan alternatif kedua yang dipilih.

Repeater dapat ditempatkan di sebuah tempat tertinggi di kota itu, bisa juga di sebuah puncak gedung tertinggi maupun puncak bukit atau gunung. Sedangkan untuk jaringan yang luas dibuat jaringan yang menghubungkan antar-repeater.

Sebenarnya secara prinsip tidak berbeda jauh dengan jaringan telepon seluler. Hanya, bedanya seluler membutuhkan repeater-repeater kecil yang diatur serapat mungkin satu dengan lainnya, sebaliknya repeater HT kalau bisa sesedikit mungkin dan jarak yang sejauh mungkin.

Untuk mencakup seluruh Pulau Jawa, repeater HT cukup didirikan sekitar 10 repeater di puncak-puncak gunung atau gedung tinggi. Sedangkan sistem seluler bisa sekitar 5.000 repeater kecil yang membentuk seperti sel.

Jaringan seluler terutama ditempatkan di kawasan kegiatan ekonomi, seperti pusat keramaian, termasuk jalan-jalan utama. Untuk daerah terpencil, apalagi di puncak-puncak gunung yang tidak ada kegiatanekonominya, biasanya sulit mendapatkan sinyal untuk seluler.

Sebaliknya repeater HT selalu ditempatkan di gunung- gunung tinggi yang kegiatan ekonominya hampir tidak ada. Dengan demikian, sedikit repeater HT mampu meng-cover daerah yang luas, terutama daerah-daerah terpencil yang biasa sulit dilakukan ponsel.

Jadi, sebenarnya kedua sistem itu tidak sempurna karena belum bisa menutup seluruh kawasan dan selalu ada blank- spot masing-masing. Dengan demikian, jika kedua sistem disatukan, akan memberikan coverage area yang lengkap.

Kedua sistem jaringan ini sebenarnya bisa digantikan telepon satelit yang bisa meliput seluruh permukaan Bumi. Namun, telepon satelit juga memiliki kelemahan lainnya karena letaknya yang jauh dari Bumi.

Untuk bisa menjangkau satelit, sebuah telepon satelit (ponsat) membutuhkan antena yang lebih baik dan tidak boleh terhalang oleh atap gedung maupun pohon. Jadi, untuk menyempurnakan daya tangkap maupun kirimnya satelit, bisa juga menggunakan repeater-repeater di darat, terutama untuk radio hiburan yang sekarang baru diterapkan di AS.

APAKAH ponsel PTT atau PoC mampu menggantikan peran HT yang makin tenggelam saat ini?

Reinkarnasi ini memang tidak seratus persen menggantikan peran HT yang digunakan selama ini. Banyak hal yang bisa disempurnakan meski juga ada sisi lemahnya.

Kelemahan pada radio transceiver terutama menyangkut keamanan informasinya. Semua pembicaraan melalui HT apalagi diketahui frekuensi receiver-nya akan bisa didengarkan oleh pihak lain.

Bahkan, untuk frekuensi radio yang tidak diketahui, bisa dicari dengan cara men-scan pada daerah pita frekuensi tertentu. Sekarang ini banyak repeater radio yang sudah dilindungi dengan berbagai cara, seperti digital scrambler, digital maupun tone squelch, sampai trunking system.

Semua fasilitas perlindungan ini membuat HT menjadi sangat khusus dan harganya juga semakin mahal, selain bertambah tebal saja bentuk fisiknya. Sedangkan untuk digital maupun tone squelch saja tidak semua produsen HT menyediakan produknya.

Dalam hal ini, produk HT Motorola yang biasa bermain di commercial-band memang masih unggul. Sedangkan untuk produk radio amatir yang khusus untuk pita frekuensi amatir sangat tertinggal, barangkali hanya Yaezu yang belakangan meluncurkan produk yang mengimbangi produk Motorola, tetapi untuk jalur radio amatir.

Dengan ponsel PTT (sebutan yang lebih familier daripada PoC) akan mampu menjawab semua ini. Hanya orang-orang tertentu yang masuk daftar yang bisa mendengarkan komunikasi HT seluler ini sehingga informasi rahasia tidak bisa didengarkan oleh orang di luar dari yang tel

didaftar.

Radio komunikasi konvensional juga mencoba mengadopsi teknologi informasi. Antara lain dengan masuk melalui jaringan informasi broadband sehingga jaringan yang digelar di Pulau Jawa, misalnya, bisa langsung berhubungan dengan jaringan HT di pulau lain.

Lalu, apa kelemahan pada ponsel PTT?

Tentu ada, terutama pada biaya yang harus dikeluarkan. Berkomunikasi melalui jaringan seluler tentu tidak gratis dan hal ini yang akan membatasi. Tidak lagi bisa berbicara berpanjang-panjang seperti ketika menggunakan HT.

Dengan demikian, bisa diyakini, meski jaringan di Indonesia sudah mengoperasikan ponsel PTT, hal itu tidak akan menggusur pemakaian HT. Karena, pemakaian frekuensi pada HT boleh dibilang gratis, bahkan mereka tidak banyak tahu kalau frekuensi tidak bisa digunakan semaunya sendiri.

Meskipun demikian, fenomena pemakaian HT melalui jaringan seluler diperkirakan tetap akan ramai. Terutama masyarakat umum akan bisa menggunakan ponsel HT ini tanpa takut-takut melanggar aturan keamanan karena HT baru ini tidak perlu lagi izin ataupun kecakapan tertentu, cukup membayar pulsa. (AWE)

 

Rabu, 04/04/2007 14:50 WIB

Ngebrik Lewat HT Terdengar di Ponsel

Ardhi Suryadhi – detikinet


Jakarta – Radio dua arah handy-talkie (HT) identik dengan teknologi kuno dibandingkan ponsel. Namun kini ngebrik lewat HT juga bisa nyambung ke ponsel.

Hal itu bisa dilakukan dengan menerapkan teknologi dari Cisco Systems yang bernama IPICS, singkatan dari IP Interoperability Collaboration System 2.0. IPICS mengintegrasikan perangkat HT, PSTN (telepon tetap), ponsel, IP Phone (VoIP), serta komputer dalam satu jaringan berbasis internet.

Menurut Irfan Setiaputra, Managing Director Cisco Systems Indonesia, solusi ini dikembangkan karena melihat posisi HT yang tidak bisa dibuang dan tergantikan oleh perangkat lain. “Namun persoalannya, HT sulit berkomunikasi dengan perangkat seperti ponsel dan lainnya,” ujar Irfan saat konferensi pers CIsco di Hotel ShangriLa, Jakarta, Rabu (4/4/2007).

Selama ini HT hanya digunakan untuk berkomunikasi pada frekuensi yang sama dan dengan cakupan yang terbatas. Irfan berharap dengan ini keterbatasan itu dapat dihilangkan.

Sekilas Cara Kerja IPICS

Solusi IPICS terdiri dari piranti lunak dan perangkat keras (server IPICS). Server tersebut kemudian disambungkan ke router yang menuju koneksi internet. Perangkat HT kemudian berkomunikasi dengan server melalui frekuensi seperti biasa. Server itu yang kemudian bisa menyambungkan HT dengan jalur telekomunikasi lain.

Semua komunikasi HT via IPICS beroperasi layaknya menggunakan HT, artinya untuk berbicara harus bergantian dengan menekan tombol tertentu. Untuk komunikasi dengan ponsel atau telepon tetap harus diawali oleh ponsel atau telepon tetap, kemudian tombol 1 dan 2 pada ponsel atau telepon akan berfungsi sebagai tombol bicara dan mendengarkan.

Soal biaya, untuk panggilan ke jalur ponsel atau telepon tetap dikenakan biaya normal, termasuk biaya pulsa lokal atau interlokal. Sedangkan untuk panggilan dari HT ke komputer atau telepon Voice over Internet Protocol (VoIP) tidak akan dikenai biaya tambahan.

5 thoughts on “HANDY TALKY

  1. bagaimana dengan ht uhf?
    tolong dijelaskan prinsip kerjanya dan keuntungannya y
    ditunggu balasannya..
    oh ya adakah situs di internet yang membahas ht uhf secara detail.
    mohon bantuannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s