RADIO INTERNET

            Di era modern ini, seluruh segi kehidupan kita membutuhkan berbagai perangkat untuk kemudahan. Hal ini didukung dengan terus berkembangnya alat-alat tersebut dari waktu ke waktu demi kebutuhan kemudahan kita sendiri. Seluruh alat tadi ada baiknya jika kita sebut dengan ”teknologi”.

             Sekarang ini banyak teknologi kmunikasi yang bermunculan ditengah masyarakat hal ini terjadi karena kebutuhan masyarakat akan informasi yang terus meningakat sehingga dibutuhkan suatu alat penyampaian pesan atau informasi yang cepat dan tepat. Dalam tulisan ini, penulis ingin mengutarakan beberapa informasi tentang radio internet dengan segala layanan kemudahan dan manfaatnya.                

            Radio internet muncul karena suatu kebutuhan akan informasi dan kemampuan transmisi informasi yang cepat tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Hal ini sesuai dengan perkembangan zaman yang menuntut adanya suatu jalur transmisiinformasi yang mudah dan mampu mentransfer sejumlah data (info) dalam tempo yang relatif cepat. Diawali dengan dikembangkannya internet oleh sejumlah penyedia layanan internet, radio internet muncul sebagai efek susulan yang disebabkan oleh perkembangan teknologi seiring dengan prinsip-prinsip yang kita kenal sebagai koevolusi, konvergensi, dan kompleksitasnya. Hal-hal selanjutnya yang lebih lengkap akan penulis paparkan dalam bagian selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 Mengenal Radio Internet

                                                          Seiring dengan penetrasi internet di dunia yang mulai mencapai angka 1 miliar pengguna, kebutuhan untuk mendapatkan layanan berbasis Internet juga semakin meningkat. Data menunjukkan [1] bahwa, 80% pengguna Internet mengirimkan email, 60% menggunakan instant messaging (seperti Yahoo atau MSN Messenger) dan 55% mendownload file. Kemudian 22% pengguna Internet juga mulai menikmati video lewat Internet. Setelah ATM diperkuat dengan Internet banking, toko buku diperkuat dengan toko buku online, ternyata Radio dan TV juga mengikuti jejak untuk mencoba versi Internet dengan broadcastingnya. Beberapa Radio konvensional Indonesia saya lihat sudah merely acaranya untuk bisa dinikmati lewat Internet. Hasil pencarian di tvradioworld.com menunjukkan bahwa sekitar 204 radio konvensional Indonesia memiliki versi Internet Radio (beberapa sepertinya broken link ;)).

Radio Internet bagaimanapun juga masih dikuasai oleh 5 besar penyedia jasa portal dunia maya, yaitu: AOL Radio Network, Yahoo!Music, MSN Radio, WindowsMedia.Com maupun Live365.Com. Selain itu muncul Radio Internet yang dikelola oleh individu maupun kelompok, baik untuk tujuan hobi, iseng, dakwah, komunikasi dengan komunitasnya, maupun untuk tujuan membantu pembelajaran seperti yang kita create dengan Radio IlmuKomputer.Com. Mengapa Radio Internet sangat pesat perkembangannya dan digandrungi oleh pendengar dan broadcaster? Yang pasti ada beberapa sebab yang bisa kita diskusikan:

  • Internet Radio memungkinkan kita mencari dan memilih siaran berdasarkan karakteristik negara, bahasa yang digunakan, jenis radio, dsb dengan cepat dan sesuai dengan yang kita inginkan. Kita dapat menyimpannya dalam bookmark atau shortlist, dan tinggal meng-klik untuk memutarnya. Komputer membantu kita mengelola bookmark dan shortlist kita.
  • Radio konvensional memiliki keterbatasan geografis. Siaran yang disajikan hanya dapat dinikmati dalam wilayah yang kecil, baik kecamatan maupun kabupaten/kotamadya. Ini berbeda dengan radio internet yang begitu kita broadcast, seluruh dunia akan mendengarkan siaran kita, tak peduli kita ada di sebuah rumah mungil yang terletak di Ujung Aspal, Pondok Gede, maupun yang ada di pusat kota Jakarta ;)
  • Investasi relatif lebih murah, baik investasi awal, operasional maupun maintenace
  • Kualitas suara yang tidak kalah dengan kualitas suara pada radio konvensional
  • Setting hardware/alat maupun software lebih mudah dan sederhana
  • Tidak memerlukan ijin khusus untuk membuatnya

Bagaimana kalau menurut data? Beberapa survey [1] di Amerika mengindikasikan bahwa orang mendengarkan Radio Internet karena:

  1. Untuk mendengarkan audio yang tidak tersedia di lain tempat (17%)
  2. Untuk mengontrol atau memilih musik yang dimainkan (15%)
  3. Sedikit iklannya (14%)
  4. Jenis musik yang ditawarkan sangat bervariasi (13%)
  5. Suara atau sinyal yang diterima lebih bagus/bersih daripada radio konvensional (8%)
  6. Tidak terlalu banyak suara dari broadcaster (8%)
  7. Karena ini hal baru (7%)

Di Indonesia masih belum banyak yang memanfaatkan teknologi ini karena koneksi Internet kita yang tidak terlalu baik. Kalaupun kita mau gunakan, harus dipilih software streaming yang tidak menggunakan resource bandwidth yang besar, juga setting encoder kita harus buat sekecil mungkin, misalnya dengan menggunakan 16-24kbps (mono). Sebagai catatan, beberapa server radio internet memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, misalnya Shoutcast server hanya berukuran 136kb.

Lalu bagaimana dengan Radio IlmuKomputer.Com? Radio Online IlmuKomputer.Com kita desain dan bangun dengan tujuan untuk menyiarkan:

  • Diskusi tentang perkembangan dunia IT, baik dari sisi konten maupun teknologi, infrastruktur, kewirausahaan, manajemen IT, hingga hardware.
  • Diskusi tentang materi eLearning Gratis yang ditawarkan di IlmuKomputer.Com (Kerjasama dengan Brainmatics yang mensupport ruangan studio dan koneksi internet). Sebagai salah satu features dalam eLearning Gratis IlmuKomputer.Com untuk diskusi interaktif dengan para instruktur.
  • Live event, laporan pandangan mata dari berbagai event (workshop, seminar, training) yang diselenggarakan oleh IlmuKomputer.Com dan Brainmatics secara off-line

Teknologi Radio Internet

Radio internet bermula dengan berbagai percobaan menggunakan MBONE dilakukan pada tahun 1993. Siaran dengan jam-penuh dimulai tahun 1995 ketika para pecinta hobi, biro iklan, dan stasiun siaran radio biasa, mulai menciptakan stasiun radio internet. Stasiun stasiun tersebut biasanya menempatkan sinyal mereka melalui website, tapi juga ada sebgian yang benar-benar hanya siaran melalui media internet (bukan udara). Kita bisa benar-benar menikmati radio internet dengan kualitas mendekati CD ini, kalau saluran internet kita cepat. Teknologi internet streaming membuat kita mendengarkan radio secara langsung atau real-time dibanding harus mendownload terlebih dahulu dan menyimpannya kemudian. Perkembangan terbaru adalah internet nirkable yang memungkin semua siaran radio bisa ditangkap dimana saja melalui alat-alat telekomunikasi mudah dibawa-bawa dan telah memiliki layanan internet didalamnya (cth: laptop->WIFI, PDA, HP).

Radio Internet makin Digemari

 

           Kehadiran Internet membawa manfaat bagi siaran radio. Salah satunya adalah jangkauan siaran yang menjadi tidak terbatas berkat teknologi audio streaming di Internet.

           Siaran radio sampai sekarang masih digemari. Orang bisa mendengarkan banyak acara menarik di radio, lalu pesawatnya juga mudah dibawa ke mana saja. Sambil bekerja di kantor, memasak, atau aktivitas lainnya, kita tetap tidak ketinggalan informasi bila memiliki radio.

           Namun, radio ada keterbatasannya. Antara lain jangkauan siaran yang hanya mencakup daerah tertentu saja. Ini berbeda dengan Internet. Sebagai media global, penyiaran lewat Internet dapat diterima dari daerah mana saja.

          Ada beberapa cara untuk penyiaran radio Internet. Dengan bantuan alat khusus, sejumlah studio mengubah suara penyiar menjadi file audio yang kemudian bisa di-download pendengar dari situs radio tersebut.

         Cara lain adalah melalui teknologi audio streaming. Pemancar radio ditambahi alat khusus sehingga siaran radio dapat dinikmati di Internet secara real time. Teknik ini agaknya cukup populer karena banyak situs radio yang menawarkan fasilitas audio streaming sebagai layanan tambahan bagi pendengar mereka.

         Bukan hanya untuk mendengarkan berita, radio Internet juga merupakan cara praktis dalam mendapat informasi hiburan. Selain tidak terbatas jarak, radio Internet dipakai pula untuk menyampaikan berita secara cepat. Cara ini dipakai terutama pada negara-negara yang tidak memiliki kebebasan pers.

       “Radio ini sulit dilacak, bisa ditempatkan di mana saja. Ide ini kami adopsi saat kebebasan pers belum seperti sekarang,” ujar Supriyatna, pemimpin redaksi kantor berita radio 68H. Radio ini termasuk yang memakai Internet untuk penyebaran berita ke radio-radio lain di daerah yang jumlahnya sekitar 230.

       Sementara itu, Direktur 68H Santoso, menilai Internet memang merupakan salah satu solusi yang tepat. Menurut dia, radionya yang berdiri sejak April 1999 ini memproduksi berita lalu mengirim ke radio jaringan lewat Internet. Begitu juga sebaliknya, radio daerah membuat berita yang kemudian dikirim ke Jakarta lewat Internet.

      Agar berjalan mulus, Santoso mengatakan pihaknya aktif melatih pihak radio daerah dalam pemakaian Internet. Tantangan lebih berat datang dari masalah infrastruktur seperti kecepatan jaringan telekomunikasi antardaerah.

      Dia mencontohkan, bagaimana radio daerah di Palu perlu menghabiskan waktu enam jam untuk men-download berita yang sebenarnya hanya berdurasi tiga puluh menit.                                                       “Terkadang mereka baru selesai download tengah malam sehingga tidak bisa siaran sore,” ungkap Santoso.

         Selain 68H, kelompok Masima dengan radio Prambors, Delta, Female, Bahana, SPFM dan lain-lain juga memanfaatkan Internet.

        Menurut Bambang Iman Santoso, selaku General Manajer Divisi Teknik Masima Corporation, pemakaian Internet ini seiring dengan maraknya Internet di Tanah Air akhir 1990-an. Masima lalu bekerja sama dengan Indosat sebagai penyedia jasa Internet. “Sebenarnya ide ini lebih karena permintaan pasar serta Indosat sendiri yang sedang mengampanyekan Internet,” jelas Bambang.

       Sebagai pure radio, tambah dia, kelompok Masima memakai Internet sesuai keperluan. Untuk Prambors, misalnya, situs dipakai lebih sebagai kepanjangan media. Tapi, sebagai sarana global, perlu diketahui juga soal selera konsumen dan sebagainya.

Kombinasi Internet dan satelit

       Seperti halnya radio satelit yang memanfaatkan teknologi satelit, Bambang mengakui radio Internet masih lemah dalam infrastruktur. Ditambah dengan pengakses Internet yang masih sedikit jumlahnya, kurang dari dua persen dari total penduduk keseluruhan.
Situsnya sendiri belum sampai ke tahap pre recorded atau menyediakan rekaman terdahulu.

      Untuk mencapai teknologi audio streaming yang mulus juga terbentur oleh ketiadaan sarana. “Sampai sekarang belum ada provider (Internet) yang bisa menyediakan bandwidth besar dengan harga kompetitif,” kata dia.

     Dalam mengatasi masalah download, 68H sejak pertengahan 2000 telah mengombinasikan Internet dengan satelit lewat kerja sama dengan Pasifik Satelit Nusantara. Maksudnya, selain memakai Internet, mereka memakai satelit untuk menyebarkan berita. Dengan satelit, siaran bisa dilakukan secara langsung.

        Pertukaran berita juga dilakukan dengan stasiun radio lain di luar negeri. Santoso menyebut antara lain kerja samanya dengan radio Nederland di Hilversum (Belanda) yang terlaksana karena jasa Internet. “Kami menyediakan features untuk disiarkan di sana. Ini juga yang dilakukan dengan teman-teman di Malaysia,” tutur dia.

       Masalah lain terletak dari sumber pendapatan. Radio konvensional seperti biasa mendapatkan pemasukan dari iklan. Menurut Santoso, radio Internet juga berprinsip sama, meskipun sampai sekarang memang masih susah.

      Namun, mereka tidak putus asa. Santoso menilai perhatian pendengar cukup baik, lalu radio yang ingin menjadi anggota jaringan 68H juga terus berdatangan. Tak heran kalau pihaknya berusaha memvariasikan siaran yang jumlahnya 15 kali sehari dengan durasi sekitar tiga jam. “Situs web juga akan diperbaiki supaya bisa streaming yang bersifat langsung. Kalau sekarang, orang masih harus men-download file dulu,” ujar Santoso. (Media Indonesia)

 

 

Gaya Baru Mendengar Radio di Internet                                      

Petikan lirik “Diradio aku dengar lagu kesayanganmu”, lagu lawas mengingatkan kita bagaimana radio menjadi salah satu alternatif hiburan dalam keseharian kita. Gaya kita mendengar radio saat ini masih sama dengan puluhan tahun yang lalu, putar tuner, hingga menemukan stasion yang cocok dengan kita, bagaimana jadinya jika kita mendengarkan radio di internet ?

Radio sendiri merupakan teknologi lama yang lahir dan digembor-gemborkan oleh Guglielmo Marconi, seorang warga kebangsaan italia yang banyak menghabiskan hidupnya untuk kemajuan radio dan hingga saat ini kita mengenal istilah radio macroni. Radio yang semacam ini adalah radio yang sangat umum kita lihat dan gunakan, meskipun sudah digabungkan dalam sebuah handphone atau alat pemutar musik mini, fungsi dan cara kerjanya masih sama dengan radio pada umumnya. Lain halnya dengan radio internet, pada dasarnya memang alur informasi yang berjalan sama dengan radio saat ini, namun sistem dan teknologi yang digunakan sangat berbeda. Radio internet dibangun untuk lebih meluaskan jangkauan radio itu sendiri sehingga dapat didengar di seluruh indonesia bahkan mancanegara dengan bantuan internet. Teknologi dasar dari sebuah radio internet adalah streaming, sebuah metode untuk menyampaikan audio atau video dengan menggunakan jaringan internet baik secara realtime atau on-demand.

Adalah Shoutcast dan RealMedia yang merupakan leader dalam pengembangan radio internet, bahkan Shoutcast yang merupakan software besutan Nulsoft, sebuah perusahaan yang juga mengembangkan winamp, sebuah aplikasi pemutar musik yang paling populer saat ini mengratiskan aplikasi radio onlinenya untuk para pengguna internet. Hingga saat ini tercatat lebih dari 18.000 stasion radio online yang menggunakan teknologinya shoutcast.

Kisah Menarik
          Sebuah stasion radio swasta di Bandung yang memfokuskan diri pada siaran islami mulai kewalahan ketika banyaknya permintaan siaran yang serupa dari pendengar di mancanegara karena adanya acara menarik yang sepertinya wajib didengar. Ternyata, jalan yang ditempuh adalah dengan membangun Radio Online sehingga bisa didengar hingga mancanegara. Yang lebih menarik lagi banyak titik-titik diluar negeri yang merelay acara tersebut seperti layaknya jaringan stasion radio yang terjadi saat ini. Radio online ini seolah-olah menjembatani komunitas pendengarnya diluar negeri yang tidak bisa mendengarkan siaran menjadi salah satu pendengar setianya.

Lain halnya dengan kisahnya Kaskus dan Hearthbeatstation, kedua radio online ini benar-benar membagun radio online untuk komunitas dunia mayanya. Heartbeatstation bahkan mempunyai penyiar dihampir seluruh belahan dunia, termasuk bandung dan jakarta, mereka memanfaatkan para DJ yang mempunyai waktu luang untuk bersama-sama membangun radio internet, acaranyapun seperti layaknya station radio yang ada saat ini.

Saat ini banyak stasion radio konvensional yang mulai merelay acaranya melalui radio internet dengan harapan semakin lebar dan luas daya pancar program-program yang dibuatnya.

Model gaya baru mendengarkan radio internet

Jika beberapa waktu yang lalu kita mendengarkan radio internet merupakan siaran satu arah dimana sebuah stasion radio internet akan menjalankan program-programnya tanpa berinteraksi dengan pengedengar, beda halnya dengan saat ini, banyak stasion radio internet yang mulai membuka perbincangan interaktif dengan pendengarnya, teknologi yang digunakan adalah dengan mengkombinasikan chatting, voice messaging dan internet radio sehingga lebih interaktif.

Heatbeatstation memungkinkan para pendengarnya untuk berinteraksi dengan membahas suatu tema dengan DJ yang memandu saat itu, bahkan sang pendengarpun dapat merequest lagu dan berkirim salam dengan pendengar lainnya, begitu pula dengan acara pengajian online, para pendengar bisa langsung bertanya kepada Ustadz yang memandu seputar topik yang dibahas.

Be a Server, be a DJ and be a Listener

Sebuah sistem sederhana yang dibangun oleh Radio internet adalah interaksi antara tiga komponen yaitu server, DJ dan Listener. Server berfungsi sebagai pemancar yang menyebarluaskan siaran yang dikirim oleh DJ, jika kita ingin membangun sebuah server Radio Internet kita tinggal install aplikasi server radio internet seperti Shoutcast, Icecast atau RealMedia Server di server milik kita, implementasinya tergantung jaringan komputer kita, apakah disimpan dalam jaringan internet atau hanya untuk radio lokal, semisal di kampus atau di sebuah perusahaan.

Jika kita ingin menjadi DJ dalam radio internet maka tidak banyak hal yang harus kita siapkan, jaringan internet dan software encoder yang akan mengirimkan suara dari komputer kita kepada server yang selanjutnya akan di broadcast kepada listerner sebagai pendengar dan tentunya kita juga harus menyiapkan stok lagu yang siap diputar jika siaran radio kita bukan hasil relay dari radio konvensional yang sudah ada.

Sebagai listerner, kita adalah bagian yang paling dimanjakan dalam hal ini, hanya sebuah aplikasi penangkap radio internet seperti winamp untuk mendengarkan siaran dari shoutcast, Windows Media Player atau RealMedia Player, bahkan sebagian handphone kita sudah dilengkapi dengan aplikasi diatas untuk mendengarkan radio internet menggunakan handphone. Kita bisa memilih ribuan stasion radio dari daftar yang sudah disiapkan, salah satunya adalah oleh Shoutcast, hanya tinggal berkunjung ke website www.winamp.com, kita bisa memilih jenis musik yang kita inginkan atau dengan membuka langsung radio online pilihan kita dari website Radio Online untuk mendengarkan siaran radio online, berkirim salam serta merequest lagu kesayangan kita.

Internet Radio’s Technology

Internet Radio’s Technology — Radio internet dimulai dari ekperimen tahun 1993,  menggunakan teknologi awal seperti MBONE (IP Multicast Backbone di Internet).  Sejak tahun 1995 semakin banyak stasiun radio yang mulai menempatkan sinyalnya di situs internet, tetapi kebanyakan satsiun radio secara penuh terpisah dari radio yang disiarkan dan dapat didengar hanya melalui internet.  Ratusan stasiun radio mengudara melalui situs seperti Yahoo!, dengan alasan agar lebih dijangkau oleh pendengar.  Banyak radio internet (yang hanya ada di internet) tidak dapat ditemukan di udara.  Radio internet dengan kualitas suara bening hanya dapat dinikmati jika anda mempunyai hubungan internet yang cepat dan bagus.  Sejak ditemukannya koneksi internet tanpa kabel, mendengarkan radio internet di mobil, di handphone atau melalui perangkat stereo menjadi memungkinkan. 

 

WebcastWebcast atau stasiun radio internet menggunakan teknologi yang bervariasi untuk “streaming” transmisi yang berkesinambungan melalui internet.  Teknologi streaming audio pertama dikembangkan oleh RealNetwork, tetapi saat ini yang sering dipakai adalah cara yang paling umum untuk mendistribusikan situs radio adalah melalui teknologi streaming MP3, menggunakan format musik MP3 yang relatif standar.  Bergantung pada sumbernya, pendengar membutuhkan software RealNetworks atau program pemutar MP3 yang sesuai seperti Winamp untuk Windows dan iTunes untuk Macintosh.    

Mendengarkan Radio di Internet

 

 

Mendengarkan radio di Internet bukan barang baru, teknologi ini sudah ada sejak tahun 1995, yaitu pada saat satu perusahaan kecil di Amerika, Progressive Networks memperkenalkan Real Audio Player, program di Internet yang memungkinkan kita menjalankan audio clips dari menu yang ada di World Wide Web (www).

 

Teknologi kompresi suara sendiri, yang merupakan tulang punggung radio Internet sudah ada sejak tahun 1991, ditemukan oleh satu perusahaan penelitian di Jerman Fraunhofer Institute, yang membuat standar mp3 turunan dari standar gambar dan film Moving Picture Experts Group (mpeg), yang anggotanya terdiri dari beberapa perusahaan audio-video raksasa di dunia, seperti Sony.

 

Kompresi suara dibutuhkan karena pada saat itu jaringan Internet sangat terbatas bandwidth-nya, disamping terbatasnya kemampuan untuk mengirim bandwidth frekwensi 20KHz, yaitu frekwensi dimana kita bisa mendengar suara dengan kwalitas tinggi, biasa disebut High Fidelity atau Hi Fi.  Tahun 1997 Progressive Networks yang berubah nama menjadi RealNetworks dan mereka mulai menggabung teknik kompresi suara ini ke dalam program Microsoft’s Internet Explorer 4.0, sehingga impian untuk membuat radio di jaringan Internet sudah menjadi kenyataan.

 

Berbeda dengan radio tradisional yang hanya bisa didengar di satu kota atau satu negara tertentu, radio di Internet bisa dijangkau oleh seluruh peloksok dunia dengan lebih baik.  Karena kalau menggunakan teknologi analog yang sudah berkembang sejak 1896, pada setiap jarak tertentu kita harus membangun repeater untuk memperkuat sinyal, seperti yang biasa kita lihat di daerah Puncak Pass, dimana ditempatkan satu tower untuk memancarkan kembali siaran radio RRI atau TVRI ke daerah lain.

 

Untuk mendengarkan radio di jaringan Internet, kita bisa menggunakan standar program Windows Media Player yang disediakan oleh Microsoft bersama dengan Windows-nya, atau bisa juga menjalankan program RealOne Player yang juga menyediakan fasilitas untuk mendengar radio melalui jaringan Internet.  Jika Anda ingin memilih gelombang radio Internet, bisa mengakses daftar radio dari seluruh dunia yang dibuat oleh http://www.radiotower.com/.

 

Selain program yang mendukung, perangkat keras di komputer juga harus dilengkapi dengan kartu suara (sound card) yang mengubah sinyal digital komputer menjadi sinyal suara analog melalui speaker atau head phone.  Dalam beberapa jenis komputer, kartu suara ini sudah digabung dalam motherboard-nya, sehingga tidak perlu membeli lagi.

 

Perkembangan teknologi radio Internet sebetulnya tidak begitu pesat, sejak tahun sembilan puluhan perkembangannya begitu-begitu saja.  Proses yang harus dilakukan pertama kali yaitu kita harus menjalankan web browser (Internet Explorer) untuk mencari alamat radio yang bersangkutan, lalu mengakses data base musiknya untuk menjalankan radio Internet.

 

Proses yang tidak one stop ini cukup bikin rumit, sampai akhirnya, ada satu perusahaan yang mengintegrasikan semua fasilitas yang terpencar itu dengan satu program dan menu sendiri dengan kwalitas MP3.  Live365.com diperkenalkan Juli tahun 1999 dan merupakan satu portal radio seperti halnya portal yang lain, hanya mereka lebih serius menangani teknologi ini, dibuktikan dengan menyediakan program untuk menjadi ”pemancar” di sistem yang mereka kembangkan.

 

Dikomando oleh Raghav Gupta lulusan universitas bergengsi Princeton tahun 1998, live365.com ini merupakan salah satu situs radio di Internet yang terbaik – dari teknologi maupun keseriusannya untuk menghindari terjadinya pembajakan dan penggunaan lagu seenaknya.  Untuk menjadi ”pemancar”, kita dikenakan biaya sekitar USD 8 sampai 99 setiap bulannya, dimana mereka menyediakan tempat untuk menyimpan lagu yang akan diputar, disamping memiliki koleksi lagu yang semuanya sudah membayar lisensi dan royalti ke penciptanya.

 

Sebagai contoh, jika kita mengambil paket Premium P100 dengan biaya USD 15 setiap bulannya, maka akan mendapatkan tempat untuk menyimpan lagu sebesar 100MB, lalu radio-nya dapat didengar oleh 50 pendengar sekaligus.  Feature lain yang menarik yaitu kemampuan untuk relay, dimana kita bisa memindahkan studio live365 ke komputer yang ada di kantor atau rumah kita, sehingga bisa mengadakan semacam live show.

 

Untuk menjadi pendengar ataupun “pemancar” di live365.com, kita harus mendaftar di situs-nya, sudah tentu dengan cuma-cuma, lalu memilih sebagai pendengar (listen) dan mulai memasukan daftar ”pemancar” yang kita sukai ke dalam data base dari program yang disediakan oleh live365.   Begitu menjalankan program live365 yang dipasang di komputer kita, otomatis sudah tersedia ”pemancar” pilihan (presets) yang biasanya dikatagorikan dalam jenis musiknya.

 

Satu hal yang menarik yaitu tersedianya ”pemancar” yang tanpa iklan, dikatagorikan sebagai VIP dengan harus membayar USD 4 setiap bulan.  Anggota VIP bisa terbebas dari iklan radio yang bersangkutan, sekaligus dari tampilan pop-up yang cukup mengganggu.

 

Jika kita melakukan pencarian ”pemancar” yang melantunkan lagu Indonesia, ada enam ”pemancar”, lima diantaranya tergolong VIP, hanya satu yang gratis, indobuletin berasal dari Walnut California, Amerika. (MSS).

 

 

 

 

 

 

Mengenal Radio Internet

Seiring dengan penetrasi internet di dunia yang mulai mencapai angka 1 miliar pengguna, kebutuhan untuk mendapatkan layanan berbasis Internet juga semakin meningkat. Data menunjukkan [1] bahwa, 80% pengguna Internet mengirimkan email, 60% menggunakan instant messaging (seperti Yahoo atau MSN Messenger) dan 55% mendownload file. Kemudian 22% pengguna Internet juga mulai menikmati video lewat Internet. Setelah ATM diperkuat dengan Internet banking, toko buku diperkuat dengan toko buku online, ternyata Radio dan TV juga mengikuti jejak untuk mencoba versi Internet dengan broadcastingnya. Beberapa Radio konvensional Indonesia saya lihat sudah merely acaranya untuk bisa dinikmati lewat Internet. Hasil pencarian di tvradioworld.com menunjukkan bahwa sekitar 204 radio konvensional Indonesia memiliki versi Internet Radio (beberapa sepertinya broken link).

Radio Internet bagaimanapun juga masih dikuasai oleh 5 besar penyedia jasa portal dunia maya, yaitu: AOL Radio Network, Yahoo!Music, MSN Radio, WindowsMedia.Com maupun Live365.Com. Selain itu muncul Radio Internet yang dikelola oleh individu maupun kelompok, baik untuk tujuan hobi, iseng, dakwah, komunikasi dengan komunitasnya, maupun untuk tujuan membantu pembelajaran seperti yang kita create dengan Radio IlmuKomputer.Com. Mengapa Radio Internet sangat pesat perkembangannya dan digandrungi oleh pendengar dan broadcaster? Yang pasti ada beberapa sebab yang bisa kita diskusikan:

  • Internet Radio memungkinkan kita mencari dan memilih siaran berdasarkan karakteristik negara, bahasa yang digunakan, jenis radio, dsb dengan cepat dan sesuai dengan yang kita inginkan. Kita dapat menyimpannya dalam bookmark atau shortlist, dan tinggal meng-klik untuk memutarnya. Komputer membantu kita mengelola bookmark dan shortlist kita.
  • Radio konvensional memiliki keterbatasan geografis. Siaran yang disajikan hanya dapat dinikmati dalam wilayah yang kecil, baik kecamatan maupun kabupaten/kotamadya. Ini berbeda dengan radio internet yang begitu kita broadcast, seluruh dunia akan mendengarkan siaran kita, tak peduli kita ada di sebuah rumah mungil yang terletak di Ujung Aspal, Pondok Gede, maupun yang ada di pusat kota Jakarta
  • Investasi relatif lebih murah, baik investasi awal, operasional maupun maintenace
  • Kualitas suara yang tidak kalah dengan kualitas suara pada radio konvensional
  • Setting hardware/alat maupun software lebih mudah dan sederhana
  • Tidak memerlukan ijin khusus untuk membuatnya

Bagaimana kalau menurut data? Beberapa survey [1] di Amerika mengindikasikan bahwa orang mendengarkan Radio Internet karena:

  1. Untuk mendengarkan audio yang tidak tersedia di lain tempat (17%)
  2. Untuk mengontrol atau memilih musik yang dimainkan (15%)
  3. Sedikit iklannya (14%)
  4. Jenis musik yang ditawarkan sangat bervariasi (13%)
  5. Suara atau sinyal yang diterima lebih bagus/bersih daripada radio konvensional (8%)
  6. Tidak terlalu banyak suara dari broadcaster (8%)
  7. Karena ini hal baru (7%)

Di Indonesia masih belum banyak yang memanfaatkan teknologi ini karena koneksi Internet kita yang tidak terlalu baik. Kalaupun kita mau gunakan, harus dipilih software streaming yang tidak menggunakan resource bandwidth yang besar, juga setting encoder kita harus buat sekecil mungkin, misalnya dengan menggunakan 16-24kbps (mono). Sebagai catatan, beberapa server radio internet memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, misalnya Shoutcast server hanya berukuran 136kb.

Lalu bagaimana dengan Radio IlmuKomputer.Com? Radio Online IlmuKomputer.Com kita desain dan bangun dengan tujuan untuk menyiarkan:

  • Diskusi tentang perkembangan dunia IT, baik dari sisi konten maupun teknologi, infrastruktur, kewirausahaan, manajemen IT, hingga hardware.
  • Diskusi tentang materi eLearning Gratis yang ditawarkan di IlmuKomputer.Com (Kerjasama dengan Brainmatics yang mensupport ruangan studio dan koneksi internet). Sebagai salah satu features dalam eLearning Gratis IlmuKomputer.Com untuk diskusi interaktif dengan para instruktur.
  • Live event, laporan pandangan mata dari berbagai event (workshop, seminar, training) yang diselenggarakan oleh IlmuKomputer.Com dan Brainmatics secara off-line

Beberapa URL berhubungan dengan Internet Radio.

Radio internet kudu cegah unduh ilegal


Organisasi hak cipta Amerika Serikat SoundExchange-di Indonesia setara dengan KCI Karya Cipta Indonesia- mencapai kesepakatan dengan praktisi radio internet. Sebelumnya SoundExchange berniat menaikan harga royalti lagu bagi radio internet hingga 50 ribu Dollar AS per tahun. Rencana itu mengundang kecaman pelaku radio internet. Mereka sempat melaksanakan mogok siaran massal. Dengan kesepakatan baru ini radio internet sedikitnya bisa bernapas lega. SoundExchange tidak jadi mengenakan tarif mahal tersebut, sebagai gantinya diterapkan maksimum harga yang terjangkau. Tapi ini tidak berlaku begitu saja. Organisasi karya cipta AS SoundExchange mensyaratkan radio internet harus turut memerangi unduh ilegal di internet, terutama yang mengundug lewat fasilitas radio internet tersebut.

Radio internet merupakan fenomena perkembangan teknologi informasi akhir 90an yang kini merajalela. Tercatat ratusan ribu radio internet dengan isi yang macam-macam dan disiarkan dari berbagai penjuru dunia. Itu yang ketahuan. Masih banyak radio internet yang belum berhasil diidentifikasi. Tumpah ruahnya radio internet membuat praktisi hak cipta musik jadi was-was. Pasalnya radio internet itu per harinya memutar lagu-lagu yang memiliki royalti alias harus bayar. Namun mereka sulit untuk mendata radio-radio internet tersebut. Jalan yang paling aman adalah dengan mengenakan dan menaikan tarif royalti dan membidik tuntutan itu ke penyedia jasa-jasa gudang data yang melayani radio internet. Sikap yang dianggap arogan itu langsung dilawan komunitas radio internet, termasuk dengan cara mogok massal tersebut.

Radio internet merupakan alternatif siaran radio yang memanfaatkan jasa internet. Berbeda dengan siaran radio konvensional memakai pemancar udara yang rumit dan mahal, siaran radio internet jauh lebih mudah dan murah. Siapa saja sebenarnya bisa membuat radio internet dan menjadi penyiarnya. Penyiar-penyiar radio internet tidak jarang memutar lagu-lagu populer yang sebenarnya mereka dapatkan dengan cara ilegal seperti unduh gratis lewat internet. Ketika diinternetkan sering juga lagu-lagu itu diunduh lagi pihak lain dengan cara rip streaming-menggoret gelombang internet. Oleh karenannya SoundExchange merasa radio internet terlibat aktif dalam penyebaran musik-musik yang dimiliki secara ilegal. SoundExchange meminta radio internet memasang sistem DRM(Digital Rights Management-Sistem pengaturan hak-hak cipta digital). Dengan sistem itu pengguna radio internet akan kesulitan melakukan unduh ilegal

 

 

 



Cara Membuat Radio Internet

Radio internet, radio online, atau sering disebut radio streaming, sudah menjadi kewajiban bagi radio-radio konvensional era sekarang jika tak ingin ketinggalan “kereta”. Pembahasan kali ini memberikan tips dan trik untuk memiliki radio online yang bisa siaran langsung dan dapat didengar di seluruh dunia.

Internet datang, tak harus membuat radio tiarap. Hanya, persaingan radio akan semakin ketat. Kemudahan internet memungkinkan siapa pun, termasuk mereka yang belum punya radio konvensional, untuk bisa memiliki radio online dalam waktu sekejap dan biaya murah.

Radio konvensional bisa melirik peluang radio internet ini karena peluang ini tak sekadar memperluas pangsa pendengar, tetapi juga bisa memperluas segmen bisnis. Ruang iklan tak hanya melalui media udara, tetapi bisa ditawarkan versi website.

Di kota yang persaingan portal website-nya belum tinggi, radio daerah bisa menjadikan peluang untuk merebut positioning gerbang informasi di daerah. Karena itu, pembuatan website radio tak melulu bertujuan menyiarkan radio di internet, tetapi harus ada “udang di balik batu”, yaitu tekad menjadikan diri sebagai portal web di daerah itu. Apalagi, jika pemerintah daerah belum memiliki website, peluang “merajai” daerah akan terbentang lebar.

Bisnis jejaring radio online sekaligus akan mengoptimalkan kepuasan pengiklan, pendengar, dan pembaca website. Berita tak hanya ditampilkan selintas di radio, tetapi terdokumentasi rapi di internet.

Untuk bahasan soal membuat portal web biaya murah, Kompas sudah menyajikannya di edisi sebelumnya. Kali ini hanya dibahas bagaimana membuat radio online secara murah.

Jangan dibayangkan, membuat radio internet itu membutuhkan biaya ratusan juta rupiah. Semua perlengkapan, terutama software, tersedia gratis. Karena itu, konsentrasi biaya hanya pada sewa server live streaming.

Di Indonesia, harga server masih mahal. Beberapa yang terdeteksi di mesin pencari yang menawarkan harga murah masih berkisar Rp 1,5 juta per bulan untuk co-location (titip server di tempat pengelola server).

Jika dana mepet, pilihannya server Amerika Serikat jenis VPS (virtual private server, seperti punya server sendiri mirip dedicated server dengan akses admin/root). Harga masih ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah per bulan, tergantung dari ruang hardisk.

Jika masih mahal, cari server shared hosting, artinya dalam satu server akan dibagi beberapa pemakai. Shared hosting untuk streaming radio (bukan sekadar shared hosting biasa) berkisar beberapa juta rupiah per tahun. Shared hosting menggunakan kontrol panel bernama CPanel (www.cpanel.com) akan memudahkan instalasi SHOUTcast.

Server live streaming memang mahal karena menyiarkan radio di internet membutuhkan pipa data (bandwidth) lebar dan tak bisa dibatasi kontrol panel hosting. Pembatasan hanya bisa dilakukan dengan membatasi jumlah maksimal pendengar.

Memulai instalasi

Instalasi SHOUTcast di server Windows dan Unix sudah dijelaskan dalam dokumentasi www.shoutcast.com. Kali ini hanya dijelaskan instalasi SHOUTcast di server Linux dari komputer klien berbasis Windows.

Akan lebih mudah jika server yang digunakan ada fasilitas kontrol panel bernama CPanel. CPanel sudah menjadi software standar industri hosting dunia.

Harus diketahui di port berapa Anda mendapat kapling. Port SHOUTcast berkisar mulai dari 8000. Informasi port diperoleh dari admin server. Jika memiliki akses admin, Anda bisa menentukan sendiri di port berapa SHOUTcast akan dijalankan.

Instalasi server

1. Unduh file server SHOUTcast dari www.shoutcast.com/ download, klik “be a server”, kemudian pilih file untuk Linux. Kemudian, ekstrak file menggunakan Winzip. Akan ada tiga file, yaitu README.TXT, sc_serv, dan sc_serv.conf. Bacalah file readme terlebih dulu.

Login ke CPanel, gunakan “File Manager” untuk upload file. Buat folder SHOUTcast (nama sembarang boleh) di luar folder publik (public_html atau www) agar aman. Kemudian, upload dua file, yaitu sc_serv dan sc_serv.conf, di dalam folder yang dibuat.

File sc_serv.conf digunakan untuk mengonfigurasi server. Buka file sc_serv.conf, setidaknya ubah tiga isian di dalamnya yaitu:

MaxUser=32

(Angka 32 ini default isian SHOUTcast, bisa diisi sesuai dengan yang disepakati dengan admin server)

Password=paswordku123

(Diisi password yang diinginkan, boleh diisi sembarang asal tidak mudah ditebak)

PortBase=8000

(Diisi sesuai kapling port yang diberikan admin server).

Simpan editan sc_serv.conf. Setelah itu, ubah izin akses file (permision) sc_serv dengan melakukan perintah “CHMOD” 755. Dari File Manager, bisa dilakukan dengan mengklik file sc_serv kemudian klik “Permission” di sisi kanan dan tentukan angkanya jadi 755. Simpan
hasil perubahan.

Selanjutnya, pastikan Anda punya akses “shell” untuk jalankan SHOUTcast (jika Anda tak punya akses shell, berarti admin tak membolehkan Anda install sendiri). Buka software Putty. Jika belum
punya Putty, download dari internet dengan mencari lewat Google.com, masukkan kata kunci “download putty”.

Jalankan Putty, nanti akan ditanyakan IP address atau alamat website. Setelah memasukkan alamat web, misalnya tradiokutes.com (tanpa http://www), akan terbuka tampilan Putty. Masukkan “login as” dan “password” yang sama dengan username dan password akun CPanel.

Setelah sukses login, masuk ke folder SHOUTcast yang telah dibuat. Jika nama foldernya “shoutcast”, gunakan perintah:

cd shoutcast

./sc_serv

(akan muncul tampilan instalasi)

Untuk menutup Putty tanpa ” membunuh” SHOUTcast server, tekan Control+Z kemudian ketik huruf “bg”, yang artinya server akan berjalan dalam mode background.

Untuk mendengarkan radio streaming, koneksi internet rumahan sudah lancar mengaksesnya layaknya radio konvensional. Ini berbeda dengan video streaming yang membutuhkan koneksi 3G untuk menikmatinya tanpa putus-putus.

Secara prinsip, software SHOUTcast bisa digunakan juga untuk video dan televisi. Pembahasan video streaming atau TV live ini akan dilakukan di edisi lain.

***

Memulai Siaran Radio

1. Untuk menyiarkan radio dari komputer yang ter-install Windows, siapkan software Winamp (www.winamp.com) dan file plugin DSP yang bisa diunduh dari www.shoutcast.com/download, klik “be a dj”, pilih “Download the SHOUTcast DSP Plug-In for Winamp 5.x”. Silakan unduh file exe misalnya, shoutcast-dsp-1-9-0-windows.exe.

2. Jalankan file exe di atas di komputer yang akan digunakan untuk siaran.

3. Untuk mengaktifkan plugin itu, buka Winamp dan tekan tombol Control+P. Akan muncul jendela baru, yaitu “Winamp Preference”.

4. Di bagian kiri “Winamp Preference”, cari “Plug-ins”, dan pilih “DSP/Effect”, kemudian di bagian kanan pilih “Nullsoft SHOUTcast source DSP…”, nanti akan keluar jendela baru “SHOUTcast source” berisi isian untuk koneksi ke server.

5. Sekarang fokus ke “SHOUTcast source”. Pilih menu tab “Output”, kemudian pilih “Output 1″. Perhatikan akan ada tombol “Connection” dan “Yellowpages”.

6. Klik “Connection”, masukkan data login paling krusial yaitu:Address: berupa alamat IP atau alamat web, misalnya radiokutes.com (tanpa http://www)

Port: berupa nomor port yang diberikan, misalnya 8000

Password: berupa password yang diisikan di file sc_serv.conf, misalnya passwordku123.

Selanjutnya tinggal memasukkan isian lainnya dengan mengklik “Yellowpages”, yaitu:

Make this server public, centang isian ini.

Description: diisi diskripsi radio, misal Radionya Jakarta.

URL: isikan alamat web yang untuk akses radio, jika domain kita www.radiokutes.com dan port yang digunakan 8000, maka alamat web untuk akses adalah http://www.radiokutes.com:8000/listen.pls. Alamat www.radiokutes.com:8000 akan mengakses halaman utama SHOUTcast.

Genre: masukkan genre radio, misalnya Pop-Rock Indonesia. AIM, ICQ, dan IRC boleh tidak diisi.

7. Di bagian menu-tab “Encoder”, pilih Encoder 1, kemudian pilih Encoder Type: MP3 Encoder, atau bisa juga AAC+ Encoder. AAC+ Encoder memiliki suara lebih stereo.

Untuk “Encoder Settings”, akses internet rumahan Indonesia bisa nyaman mengakses radio online dengan bitrate 32 kbps ke bawah. Cari sendiri setting bitrate yang yang cocok. 8. Pada menu tab “Input”, pilihan “Input Device” direkomendasikan diisi “Winamp”, tetapi bisa diubah ke
“Soundcard Input”.

9. Jika setting beres, tekan “Connect” pada menu-tab “Output”, jika sudah terkoneksi maka siaran sudah bisa dilakukan. Pastikan terpasang mikrofon di kartu suara komputer jika ingin langsung siaran.

10. Untuk mengecek apa radio sudah bisa diakses, pindah komputer lain yang terkoneksi internet untuk mendengarkannya dengan mengkases alamat seperti www.radiokutes.com:8000/listen.pls.

11. Jika sudah online, secara otomatis radio online kita akan masuk dalam daftar radio yang online di www.shoutcast.com. Anda bisa mencari radio Anda di situ dengan mengetikkan kata kunci yang relevan.

 

———–MULYA ADHITHIA———-070904057

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

 

 

One thought on “RADIO INTERNET

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s