INTERNET ITU APA SIH?

A. LATAR BELAKANG

Meskipun masih merupakan hal yang relatif baru, tidak diragukan lagi bahwa kehadiran dan pertumbuhan teknologi internet telah menjadi salah satu fenomen sosial yang paling menarik perhatian saat ini. Di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, kini semakin banyak orang yang memanfaatkan internet untuk bermacam-macam kebutuhan. Selain telah secara revolusioner mengubah metode komunikasi massa dan penyebaran data atau informasi, internet juga telah membuktikan dirinya sebagai satu-satunya medium berjangkauan massal yang paling fleksibel. Ia dengan mudah bisa mengintegrasikan seluruh bentuk media massa konvensional seperti media cetak dan audio visual bahkan tradisi lisan (oral tradition) sekalipun.

Dalam perspektif sosial dan kebudayaan, setiap introduksi satu jenis teknologi ke dalam sebuah masyarakat pasti akan mendorong berlangsungnya pelbagai perubahan. Apa yang kemudian dikenal sebagai e-commerce, atau cybersex, misalnya, adalah sebagian contoh dari beberapa perubahan radikal dalam lingkup ekonomi dan sosial masyarakat postmodern saat ini yang mustahil muncul tanpa kehadiran internet. Setiap bentuk perubahan sosial dan kebudayaan, di lain pihak, juga cenderung akan melahirkan beberapa problem sosial yang baru. Secara ekonomis, dalam beberapa hal internet bolehjadi telah membawa akibat berupa efisiensi waktu dan penghematan biaya yang sangat besar. Dari sisi ekologis, konversi segala jenis data menjadi kode-kode digital dalam internet, juga dianggap sebagai alternatif gaya hidup yang eco-friendly, ramah lingkungan, antara lain ketika semakin lama orang tertantang untuk semakin terbiasa dengan kondisi yang relatif paperless di tempat kerja atau di rumah masing-masing.

Akan tetapi, di samping keuntungan-keuntungan komparatif tadi, internet juga telah mendorong munculnya beberapa kecemasan baru di kalangan masyarakat luas. Beberapa kasus kejahatan atau prilaku menyimpang dari seseorang atau sekelompok orang yang secara kebetulan menjadi bagian dari masyarakat pengguna internet, misalnya, telah melahirkan respon berupa kecurigaan yang terkadang berlebihan terhadap akibat negatif yang bisa ditumbulkan oleh pertumbuhan jenis teknologi ini.

 

Hubungan antara internet dan masyarakat, dengan demikian, sampai saat ini tetap berada pada posisi problematis. Di satu sisi kita melihat fakta bahwa teknologi internet terus menerus mengalami perkembangan dan perbaikan sehingga relatif makin mempermudah beberapa bidang kerja masyarakat modern. Di sisi lain, internet sendiri, sebagai sebuah fenomen sosial, tampaknya belumlah cukup dipahami oleh sebagian terbesar masyarakat manusia. Dalam tradisi ilmu ekonomi dan ilmu-ilmu sosial, ketidakpahaman masyarakat terhadap sebuah fenomenon hanya akan melahirkan dua kemungkinan sikap: menerima tanpa sikap kritis, atau menolak secara membabi buta. Cukup jelas bahwa tidak satu pun dari sikap semacam itu yang akan menguntungkan masyarakat. Padahal, internet sama sekali tidak bisa dibatalkan kehadirannya dalam sejarah perkembangan peradaban manusia. Beberapa kalangan bahkan merasa yakin bahwa teknologi internet akan menjadi standar mutlak bagi jenis-jenis teknologi lain yang akan dikembangkan di masa depan.

 

B. IDENTIFIKASI PROBLEM

Kalau pun teknologi internet kelak bisa disepakati sebagai semacam platform standar bagi banyak jenis teknologi masa depan, tidak berarti bahwa posisi problematis internet di tengah masyarakat sudah berakhir. Untuk konteks Indonesia, misalnya, kehadiran internet kemudian juga bisa erat kaitannya dengan problem tingkat kemakmuran ekonomi, dan kesiapan sosial masyarakat. Beberapa problem yang bisa diidentifikasi:

·         Pertama, seberapa jauh tingkat pemahaman masyarakat tentang teknologi internet baik sebagai satu jenis invensi teknologis, maupun sebagai sebuah gejala sosial dengan sejumlah resiko dan peluang positif yang ditawarkannya?

·         Kedua, dari perhitungan cost-benefit ratio secara ekonomis, apakah putusan sebagian masyarakat untuk memakai teknologi internet benar-benar merupakan alternatif pilihan yang sesuai?

·         Ketiga, berhubungan dengan yang kedua, jika dilihat dari kesesuaian antara harapan dan realiasasinya, apakah internet juga telah melahirkan sejenis deprivasi relatif (relative deprivation) yang baru?

·         Keempat, seberapa besar sebenarnya potensi penerimaan masyarakat Indonesia terhadap kehadiran teknologi internet?

·         Kelima, apakah kondisi-kondisi sosial, ekonomis, dan kultural tertentu menjadi determinan utama terhadap preferensi orang atau kelompok orang untuk memakai internet?

 

C. IDENTIFIKASI KELOMPOK MASYARAKAT

 

Berdasarkan pada kecenderungan umum sikap yang diambil terhadap munculnya teknologi internet, secara sederhana kita bisa membagi masyarakat ke dalam tiga kelompok utama:

Ø  Pertama, kelompok existing users, yakni mereka yang saat ini sudah menjadi pemakai aktif beberapa layanan internet seperti e-mail, web surfing, e-commerce, dll. Untuk kelompok ini, pertanyaan penelitiannya bisa difokuskan pada apa dan bagaimana latar belakang, alasan, jenis pemanfaatan, dan pengalaman konkretnya (evaluasi) dalam menggunakan jasa-jasa internet.

Ø  Kedua, kelompok perspective users, yakni mereka yang saat ini masih belum menjadi pemaka internet tapi yang, karena beberapa alasan, memiliki potensi besar untuk menjadi pemakai di masa depan. Ke dalam kelompok ini termasuk para mahasiswa, karyawan perkantoran, tenaga edukatif di lembaga-lembaga pendidikan serta kelompok-kelompok masyarakat lain yang secara keseluruhan bisa diasumsikan sebagai orang-orang yang telah memiliki pengetahuan minimal tentang komputer atau, paling tidak, sedikit banyak telah memperoleh cukup informasi tentang manfaat internet bagi kehidupan mereka.

Di luar dua kelompok tersebut, tentu saja adalah kelompok sosial lain yang menjadi bagian terbesar dari populasi masyarakat. Ada banyak sebab mengapa mereka tidak bisa digolongkan ke dalam kelompok perspective users seperti tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tarap hidup ekonomi, dan variabel-variabel sosial lain yang hubungannya sangat signifikan dengan preferensi pilihan mereka terhadap salah satu produk teknologi seperti internet.

 

 

 

 

 

 

Secara skematik, proses-proses sosial yang berlangsung antara masyarakat dan internet itu adalah seperti dalam Figure 1 berikut:

 

Figur 1

 

 

 

 

 

 

 

D. TUJUAN SURVEY

Secara spesifik penelitian ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan berikut:

Ø  Pertama, memperoleh gambaran yang realistis tentang kondisi-kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pengguna internet yang sudah ada di Indonesia.

Ø  Kedua, melihat tingkat pemahaman dan sikap masyarakat terhadap kehadiran internet sebagai sebuah gejala sosial yang baru.

Ø  Ketiga, mengidentifikasi problem-problem sosial yang telah muncul akibat kehadiran internet dalam masyarakat luas.

Ø  Keempat, memprediksikan kemungkinan tingkat penerimaan masyarakat terhadap teknologi internet dalam kehidupan sosial.

Ø  Kelima, menyediakan informasi yang akurat tentang tingkat penggunaan, pengalaman dan potensi pertumbuhan jumlah pemakai internet di Indonesia.

Ø  Keenam, mencari kemungkinan untuk melahirkan sebuah rekomendasi saintifik bagi para pengambil keputusan seperti para eksekutif di lembaga-lembaga pemerintah dan para pengembang software dan hardware untuk kebutuhan internet.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejarah Internet Indonesia

 

*Pra-Sejarah Internet di Indonesia (1970-1993)



Internet merupakan media komunikasi yang populer di Indonesia sejak akhir tahun 1990. Perkembangan jaringan internet di Indonesia dimulai pertengahan era 1990, namun sejarah perkembangannya dapat diikuti sejak era 1970-an.

Pada awal perkembangannya, internet dimulai dari kegiatan-kegiatan yang bersifat non-komersial, seperti kegiatan-kegiatan berbasis hobby dan dalam perkembangan selanjutnya kebanyakan diprakarsai oleh kelompok akademis / mahasiswa dan ilmuwan yang sebagian (pernah) terlibat dengan kegiatan berbasis hobby tersebut, melalui upaya membangun infrastruktur telekomunikasi internet.

Peranan Pemerintah Indonesia dalam perkembangan jaringan internet di Indonesia memang tidak banyak, namun juga tidak dapat dikesampingkan, walaupun peranan mereka tidak terlalu signifikan..

 

 

 

 

 

 

 

 Pada era Orde Baru ketika rezim Soeharto berkuasa, banyak isu/topic pembicaraan bernuansa social-politik yang dianggap “tabu”, terlarang untuk dibicarakan, terutama bila menyangkut masalah politik dan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan). Mahasiswa sebagai salah satu kaum intelektual sempat mengalami berbagai bentuk pencekalan terhadap kegiatan-kegiatan maupun wacana yang berhubungan dengan isu/topic yang “tabu” itu. Keingintahuan mereka mengenai kondisi di Indonesia ternyata terpenuhi dengan dibentuknya sejumlah mailing list oleh mahasiswa Indonesia di luar negeri. Memang, pada mulanya mailing list tersebut tidak dibuat sebagai ajang diskusi urusan social-politik Indonesia, namun lebih sebagai sarana berkomunikasi antar mahasiswa ‘perantauan’, untuk saling bertukar informasi seputar kegiatan mereka di masing-masing sekolah/universitas dan mengenai berbagai kabar dari tanah air. Namun kemudian, permasalahan social-politik Indonesia pun tidak luput dari topic pembicaraan/diskusi mereka. Mereka merasa lebih ‘aman’ untuk membicarakan suatu permasalahan yang menyangkut urusan social-politik nasional, karena pada saat itu mereka hanya saling terhubung satu-sama lain dengan mahasiswa Indonesia yang juga kuliah di luar negeri, sehingga tidak ada ‘pengawasan’ dari pemerintah.

Pada akhirnya, terbentuklah komunitas-komunitas mahasiswa Indonesia di luar negeri. Dimulai dengan dibentuknya mailing list Janus Garuda Indonesia (Janus) dengan alamat e-mail indonesians@janus.berkeley.edu pada tahun 1987, oleh Eka Ginting, yang ketika itu sedang kuliah di University of Seattle, Amerika Serikat. Ginting memanfaatkan server yang ada di University of California ~ Berkeley. (Lim, 2005)

Diskusi yang dilakukan dalam milis ini mula-mula bersifat saling tukar informasi dan kemudian baru menyangkut berbagai isu seputar masalah social-politik yang terjadi di tanah air. Diskusi kemudian mulai membahas seputar isu SARA sehingga terjadi perpecahan diantara peserta milis, khususnya kelompok-kelompok mahasiswa Indonesia yang beragama Islam dan Kristen. Perpecahan ini kemudian berujung pada terbentuknya sejumlah mailing list kecil berbasis agama (Islam dan Kristen), seperti is-lam@isnet.org, dialog@isnet.org (berisi diskusi tentang Islam, muslim dan non-muslim) dan paroki@paroki.org (untuk umat Katolik Indonesia), iccn@dbs.informatik.uni-muenchen.de (Indonesian Christian Computer Network).

Hingga tahun 1989, belum ada lagi mailing list yang dibentuk mahasiswa Indonesia, dan barulah kemudian, pada tahun 1989 dibentuklah UK-NET oleh mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Inggris, disusul dengan INDOZNET – Indonesia-Australia-Network, yang dibentuk mahasiswa Indonesia di Australia, dan kemudian terbentuk pula Isnet (the Islamic Network), milis yang ditujukan terutama bagi mahasiswa Musim Indonesia yang berkuliah di Amerika Serikat. (Lim, 2005)

Ketika kemudian mereka kembali ke Indonesia, mereka tetap merasakan perlunya koneksi internet untuk membantu komunikasi dan pertukaran informasi / data, namun kala itu perguruan tinggi di Indonesia belum memiliki infrastruktur yang memadai bagi akses internet. Baru beberapa perguruan tinggi yang mencoba membangun jaringan komunikasi / network local kampus, dan itupun masih menggunakan radio paket link, dengan kecepatan akses yang sangat lambat. Diantara perguruan-perguruan tinggi tersebut adalah ITB, UI, dan UGM.

Maka kemudian, sejumlah mahasiswa/akademisi yang baru kembali dari studi di luar negeri tersebut mulai melakukan berbagai penelitian dan kemudian berupaya membangun jaringan komunikasi (data), mula-mula di kampus mereka masing-masing, dan pada akhirnya, mereka akan mencoba menyambungkan jaringan local kampus tersebut dengan kampus lain, lembaga-lembaga pemerintah, dan pada akhirnya dengan jaringan internet global.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1990-1995

 

Awal Internet Indonesia



Sejarah internet Indonesia bermula pada awal tahun 1990-an, saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya terutama yang melibatkan perdagangan Internet.

Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer dan Internet di Indonesia..

RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto  merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia yang mungkin kurang banyak dikenal oleh khalayak Internet Indonesia di tahun 2000 ini. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia. Pada waktu itu di awal tahun 1990-an jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network. Semangat kerjasama, kekeluargaan  & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia hari ini yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya terutama yang melibatkan perdagangan Internet.

 

Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat di lihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di akhir tahun 1990 / awal 1991-an. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahsiswa Elektro ITB di tahun 1989-an. Kebetulan saya adalah penulis sebagian dari artikel-artikel tersebut. Tidak terasa waktu demikian cepat berlalu, tanpa terasa hal itu telah melewati kita semua lebih dari 10 tahun yang lalu.

 

Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan kami di amatir radio khususnya rekan-rekan di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986-an. Bermodal pesawat Rig HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama YC1HCE dengan komputer Apple II milik YC1DAV sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama YC1HCE, J. Tjandra Pramudito YB3NR (sekarang dosen di UNPAR), Suryono Adisoemarta N5SNN (sekarang dosen di Texas,US) bersama saya YC1DAV kami berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto YB1BG, Achmad Zaini YB1HR, Yos YB2SV, YB0TD di band 40m. Mas Robby Soebiakto YB1BG merupakan suhu diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian di dorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian di adopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, & ITB yang kemudian  menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994-an. Mas Robby Soebiakto YB1BG adalah koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Saat ini AMPR-net Indonesia di koordinir oleh penulis YC1DAV. Koordinasi dan aktifitas-nya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list YBNET-L@ITB.ac.id.

 

Di tahun 1986-1987-an awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia Mas Robby YB1BG juga merupakan pionir dikalangan teman-teman amatir radio Indonesia yang mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak “server” BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990-an komunikasi antara saya yang waktu itu berada di Canada dengan panggilan YC1DAV/VE3 rekan-rekan amatir radio di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Canada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio. Mas Robby YB1BG ternyata berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik amatir radio kemudian kami melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Canada. Pengetahuan secara perlahan di transfer melalui jaringan amatir radio ini.

 

RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) motor dibalik operasional-nya Internet di UI, saat tulisan ini ditulis berada di Singapura untuk meneruskan S3. Ibam pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC .

 

Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh kepala-nya Bu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Pak Ihsan ini yang mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT.

 

Pak Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway packet radio bekerja pada band 70cm. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan X.25 melalui jaringan SKDP terkait pada gateway di DLR Jerman.

 

Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Pak Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id yang hingga saat ini masih beroperasi. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang “maniac” IT dan yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri. Saya sempat terkagum-kagum memperoleh jawaban e-mail dari seorang menteri Pak Tungki yang waktu itu sedang berada di Amerika Selatan dalam kunjungan kerjanya. Bukan main, seorang menteri tapi tetap menyempatkan diri untuk membalas e-mail.

 

Mas Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amatir Radio Club ARC ITB seperti Basuki Suhardiman (sekarang di AI3 ITB), Aulia K. Arief (sekarang di WAHID), Arman Hazairin (sekarang di Telkomsel) di dukung oleh Adi Indrayanto (sekarang S3 di Inggris) untuk mencoba mengembangkan gateway packet radio di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem packet radio berupa Terminal Node Controller TNC merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.

 

 

Berawal dari teknologi packet radio 1200bps di atas, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps (sekarang 2Mbps) ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan pendidikan di Indonesia yang menamakan dirinya AI3 Indonesia yang mengkaitkan 25+ lembaga pendidikan di Indonesia.

 

Jaringan pendidikan ini bukan hanya monopoly ITB saja, jaringan pendidikan lain yang lebih besar lagi adalah jaringan SMK yang dibawahi DIKMENJUR (dikmenjur@egroups.com) yang saat ini telah mengkaitkan 270+ SMK di seluruh Indonesia. Saat ini ada 4000 SMK yang mempunyai potensi yang sangat besar jika berhasil dikaitkan. Belum lagi kalau bisa mengkaitkan 10.000 SMU ke Internet pasti tidak kalah serunya dengan mengkaitkan 1300 PTN / PTS (saat ini baru ~200 PTS/PTN yang terkait) di seluruh Indonesia ke Internet.

 

Di tahun 1989-1990-an, teman-teman mahasiswa Indonesia di luar negeri mulai membangun tempat diskusi di Internet, salah satu tempat diskusi Indonesia di Internet yang pertama berada di indonesians@janus.berkeley.edu. Berawal dari mailing list pertama di Janus diskusi-diskusi antar teman-teman mahasiswa Indonesia diluar negeri pemikiran alternatif berserta kesadaran masyarakat ditumbuhkan. Pola mailing list ini ternyata terus berkembang dari sebuah mailing list legendaris di janus, akhirnya menjadi sangat banyak sekali mailing list Indonesia terutama di host oleh server di ITB & egroups.com. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas di Internet Indonesia.

 

Di tahun 1994-an mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali  pengguna Internet di Indonesia. Seingat saya sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekad barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Seperti kita ketahui bahwa perkembangan usaha bisnis Internet di Indonesia semakin marak dengan 60-an ISP yang memperoleh lisensi dari pemerintah. Asosiasi ISP (APJII) terbentuk di motori oleh Sanjaya cs di tahun 1998-an. Effisiensi sambungan antar ISP terus dilakukan dengan membangun beberapa Internet Exchange (IX) di Indosat, Telkom, APJII (IIX) & beberapa ISP lainnya yang saling exchange. APJII bahkan mulai melakukan manouver untuk memperbesar pangsa pasar Internet di Indonesia dengan melakukan program SMU2000 yang kemudian berkembang menjadi Sekolah2000.

 

Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com. Sedangkan rekan-rekan penyelenggara WARNET banyak berkumpul di asosiasi-warnet@egroups.com, pada tanggal 25 Mei 2000 merupakan hari bersejarah bagi rekan-rekan WARNET – karena telah lahir asosiasi warnet yang ada secara fisik dalam pertemuan di kantor DIKMENJUR. Ketua Asosiasi Warnet adalah rekan Rudy Rusdiah, Bendahara rekan Adlinsyah dan Sekretaris Abdullah Koro. WARNET di Indonesia akan disediakan domain war.net.id.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*Hobby Amatir Radio

Sejarah internet Indonesia dapat ditelusuri dari berbagai kegiatan sejumlah masyarakat, khususnya dalam bidang telekomunikasi. Kegiatan-kegiatan tersebut lebih merupakan kegiatan berbasis hobby atau yang bersifat amatir, tanpa ada tujuan komersil. Kegiatan-kegiatan tersebut berhubungan dengan penggunaan radio telekomunikasi yang kemudian memunculkan suatu komunitas penggemar komunikasi radio, dikenal sebagai Amatir Radio yang tergabung di Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI_. Komunitas ini tidak hanya sekedar menggunakan radio sebagai alat komunikasi saja tapi juga pada upaya meningkatkan kemampuan teknis dalam membuat alat komunikasi / radio panggil. Booming radio amatir ini dimulai era tahun 1970-an, dengan penggemar dari berbagai tingkatan usia, namun terutama di kalangan remaja dan orang dewasa (usia 15-30 tahun).

Dari komunitas ini pula kemudian dikenal komunikasi radio antar penduduk menggunakan frekuensi Citizen Band (CB). CB sebenarnya tidak terkait langsung dengan perkembangan infrasturktur telekomunikasi, karena lebih merupakan pengembangan hobby berkomunikasi dengan sesama orang yang menggemari komunikasi antar-radio yang dilakukan sebagian anggota masyarakat, sebagai alternative penggunaan telepon.

Pada masa itu, telepon sudah merupakan alat komunikasi yang umum, namun keharusan untuk membayar biaya sambungan telepon merupakan hal yang cukup berat, terutama bagi remaja/dewasa muda yang belum memiliki penghasilan tetap. Kemudian, mulailah mereka menggunakan radio panggil / CB, yang bisa dipakai mengobrol berjam-jam tanpa khawatir biaya telepon membengkak. Biaya yang diperlukan untuk ‘membangun’ radio panggil dan pemancarnya pun relative tidak terlalu mahal.

Komunikasi dengan radio panggil pada saat itu masih menggunakan teknologi Analog dengan frekuensi AM, dan masih dilakukan dengan sesama pengguna/penggemar radio amatir yang berada dalam range/jarak tertentu yang mampu dicapai gelombang radio. Secara bertahap, sejumlah orang dengan hobby radio panggil ini mulai mengutik-utik radio mereka sehingga dapat mencapai range frekuensi yang lebih jauh, sehingga mereka bisa terhubung dengan sesama pengguna radio panggil yang ada di tempat yang lebih jauh. Ketika kemudian pengguna radio panggil mulai banyak, mereka akhirnya membentuk komunitas yang dikenal dengan ORARI

Radio Paket (Packet Radio) pertama diperkenalkan oleh seorang anggota senior ORARI, Robby Soebiakto YB1BG, pada tahun 1987. Dengan menggabungkan teknologi paket radio dengan computer, pemakai computer dapat mengirimkan data teks menggunakan gelombang radio. Dengan menggunakan dua stasiun radio amatir milik ORARI di Jakarta, pengguna radio amatir mendirikan BBS radio paket amatir. Cara ini membantu mengembangkan komunikasi data dari komunikasi satu arah menjadi komunikasi dua arah. Kemudian pada awal tahun 1990-an, teknologi paket radio amatir mulai mempergunakan modem telepon, dan dalam perkembangan selanjutnya membentuk jaringan Radio Paket Amatir yang dikenal sebagai AMPRNet (Amateur Packet Radio Network), yang pada akhirnya mengarahkan komunitas penggunanya pada internet. Salah satunya dengan upaya yang dilakukan kelompok akademisi dan mahasiswa ITB, Amatir Radio Club (ARC) ITB dan Computer Network Research Group (CNRG) ITB, dengan mensosialisasikan penggunaan radio paket sebagai sarana sambungan dengan internet yang terhitung murah, khususnya bagi lembaga-lembaga (pendidikan).

Dari orang-orang inilah muncul sejumlah tokoh yang kemudian memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi telekomunikasi, hingga munculnya Internet di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*Telepon BBS

 

Selain Radio Amatir dan Radio Paket Amatir, ada pula teknologi yang dikenal dengan BBS, yaitu Buletin Board System. Teknologi ini pertama kali dibawa ke Indonesia awal tahun 1980-an oleh Jim Filgo.

BBS merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengaitkan banyak ’server’ BBS amatir radio di seluruh dunia agar e-mail dapat dikirim dan terima dengan lancar. BBS hanya menyediakan data dalam bentuk gambar-gambar atau informasi tertulis. Untuk perangkat keras/hardware-nya sendiri, BBS merupakan perangkat computer yang dilengkapi dengan modem dan sambungan kabel telepon. Jika ada beberapa BBS yang saling terhubung, maka kita sudah dapat mengakses komputer (BBS) lain. Sambungan antar BBS dilakukan melalui saluran telepon, dan karenanya pengguna BBS umumnya merupakan kaum ‘elit’ / ekonomi menengah-atas karena sambungan melalui saluran telepon terhitung mahal. (Lim, 2005)

Jim Filgo yang saat itu menjadi konsultan bagi Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) berteman dengan C C Yan, seorang pengusaha lokal di Jakarta, dan keduanya kemudian memperkenalkan teknologi BBS kepada komunitas peminat komputer di Jakarta. Salah satu ‘anggota’ komunitas tersebut adalah Michael Sunggiardi, partner C C Yan di sebuah toko komputer, Computeria di Ratu Plaza Jakarta, yang memiliki minat besar terhadap komputer dan bahkan memiliki usaha komputer di Bogor. Michael Sunggiardi kemudian membawa dan memperkenalkan teknologi tersebut ke Bogor.

 

 

 

 

 

 

 

Mailing List Indonesia



Di tahun 1989-1990-an, teman-teman mahasiswa Indonesia di luar negeri mulai membangun tempat diskusi di Internet, salah satu tempat diskusi Indonesia di Internet yang pertama berada di indonesians@janus.berkeley.edu.

Berawal dari mailing list pertama di Janus diskusi-diskusi antar teman-teman mahasiswa Indonesia diluar negeri pemikiran alternatif berserta kesadaran masyarakat ditumbuhkan. Pola mailing list ini ternyata terus berkembang dari sebuah mailing list legendaris di janus, akhirnya menjadi sangat banyak sekali mailing list Indonesia terutama di host oleh server di ITB & egroups.com. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas di Internet Indonesia.

Pada tahun 1995-1997-an, ITB memberikan servis sekitar 200-an mailing list gratis dengan anggota ribuan orang yang berinteraksi setiap hari. Secara fisik, aktifitas ini di layani oleh dua (2) buah komputer Pentium II yang bekerja berdampingan. Salah satu komputer tersebut adalah sumbangan alumni ITB Mujaya Hertadi. Pada komputer tersebut di aktifkan program majordomo yang berfungsi sebagai kontrol untuk mailing list.

Bayangkan bagaimana bentuk infrastruktur yang harus di siapkan untuk melayani lebih dari 40.000 komunitas maya Indonesia dengan jumlah massa ratusan ribu manusia. Pada hari ini, sebagian besar komunitas maya Indonesia yang ada di link http:// groups.yahoo.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejarah Mailing List Indonesia

Berawal sekitar tahun 1987-1988, pada waktu itu Internet masih belum terbentuk seperti sekarang ini, sekelompok kecil mahasiswa Indonesia di Berkeley, Amerika Serikat membentuk mailing list indonesia yang pertama dengan alamat e-mail indonesians@janus.berkeley.edu. Persatuan komunitas pelajar dan mahasiswa Indonesia di luar negeri terbentuk dengan adanya fasilitas diskusi maya ini. Awal diskusi sangat membangun dan berjiwa nasionalis.

Seperti hal-nya kejadian di Ambon pada hari ini, pada tahun 1989-an terjadi diskusi SARA yang lumayan hebat dan terjadi awal perpecahan di Indonesians@janus.berkeley.edu menjadi kelompok-kelompok diskusi yang lebih kecil. Pihak Islam banyak di motori oleh rekan-rekan di isnet (Islamic Network) dengan berbagai mailing list-nya, seperti,

  • is-lam@isnet.org – diskusi tentang Islam.
  • dialog@isnet.org – diskusi tentang muslim dan non-muslim.
  • hikmah@isnet.org – pertanyaan & jawaban tentang kristen oleh ISNET.


tentunya rekan-rekan Kristen tidak ketinggalan dengan kelompoknya, seperti,

  • paroki@paroki.org – untuk umat Katolik Indonesia.
  • paroki_asia@wave.ec.t.kanazawa-u.ac.jp – untuk umat Katolik Indonesia yang berada di wilayah asia pasifik.
  • iccn@dbs.informatik.uni-muenchen.de – Indonesian Christian Computer Network.


Di samping kelompok keagamaan, juga banyak terbentuk mailing list Indonesia yang sifatnya keilmuan seperti,

  • pau-mikro@ee.umanitoba.ca – kemudian hari menjadi mailing list para hacker Indonesia.
  • ids@listserv.syr.edu – jaringan kajian pembangunan Indonesia,


Dengan adanya Internet di Indonesia berawal pada tahun 1993-1994-an dan kepulangan para mahasiswa yang belajar di luar negeri ke Indonesia, mailing list Indonesia secara bertahap terbentuk di Indonesia. Pada tahun 1995-1997, dua (2) buah Pentium II di ITB yang merupakan sumbangan Alumni ITB telah menyumbangkan banyak jasanya untuk pembentukan awal komunitas maya Indonesia sehingga mencapai jumlah ratusan mailing list.

 

 

 

Groups.or.id

Usaha mengembangkan mailing list server di Indonesia menjadi sangat penting karena ternyata salah satu aplikasi yang menarik bagi pengguna Internet di Indonesia adalah mailing list. Sialnya, sebagian besar pengguna banyak yang menggunakan jasa yahoogroups.com untuk mailing list. Konsekuensinya, banyak bandwidth internasional tersedot karena menggunakan mailing list server di yahoogroups.com di Amerika Serikat. Solusinya, jika saja kita dapat memindahkan servis sekelas yahoogroups.com ke Indonesia akan sangat membantu mengurangi traffik internasional. Di tahun 2004-an groups.or.id mulai di operasikan untuk keperluan mailing list lokal di Indonesia.

 

 

*Open Source Software

Open Source Software merupakan kunci utama keberhasilan implementasi Internet di Indonesia.

1990 Network Operating System (NOS)

Di tahun 90-96-an implementasi jaringan Internet di Indonesia menggunakan teknologi radio paket, sistem operasi jaringan yang digunakan sangat di dominasi oleh software Network Operating System (NOS) yang di kembangkan pertama kali oleh Phill Karn KA9Q di amerika serikat. Phill KA9Q melepaskan source code NOS yang mendukung protokol TCP/IP dan membagikannya gratis untuk keperluan amatir radio.

Yang menarik dari NOS, dapat di operasikan di atas Disk Operating System (DOS) pada sebuah komputer PC/XT atau 286. Sehingga kita dapat membangun jaringan dengan peralatan yang amat sangat sederhana.

 

1994 FreeBSD

Mulai tahun 1994-1995, server-server di ITB mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Tidak heran jika sampai hari ini, semua server di ITB masih di dominasi oleh FreeBSD.

 

1996-1998

 Jaringan Pendidikan AI3 Indonesia



Sambungan internet dari jaringan di ITB ke jaringan luar negeri mulai dilakukan setelah ITB mendapat penawaran dari pihak WIDE Project di Jepang, Pada masa itu, jika seorang user ingin menggunakan internet, connection harus dilakukan dengan saluran telepon ke UI Jakarta. Biayanya mahal, karena menggunakan line telepon dengan perhitungan pulsa interlokal, apalagi karena kebanyakan koneksi dilakukan siang hari.

Di tahun 1995-1996, sejumlah akademisi ITB yang tergabung dalam Computer Network Research Group (CNRG) berusaha untuk membangun jaringan internet dengan menggunakan Radio Paket, dan kala itu mereka berhasil menyambungkan jaringan dengan IPTEKNET/BPPT melalui Lapan, dan tahun 1995, sambungan tersebut ditingkatkan menjadi sambungan dengan Leased Line 14.4Kbps melalui RISTI Telkom di Bandung yang merupakan bagian dari negosiasi Dewan Riset Nasional yang dipimpin Samaun Samadikun.

1996 Negosiasi dengan WIDE Project Jepang



Awal tahun 1996, ada penawaran dari WIDE Project di Jepang kepada sejumlah institusi pendidikan di Negara-negara Asia untuk bergabung sebagai patner dengan Asian Internet Interconnection Initiative atau AI3, sebuah jaringan yang bertujuan mengembangkan teknologi infrastruktur internet network untuk wilayah Asia-Pasifik. AI3 ini merupakan suatu Konsorsium sejumlah lembaga penelitian dan Universitas tergabung di WIDE Project Jepang yang bekerjasama dengan perusahaan satelit JCSat Jepang, Japan Satelllite Corporation.

Sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia, seperti BPPT, ITS dan UI juga memperoleh kabar mengenai penawaran partnership tersebut dan sangat berminat untuk bergabung dengan AI3, karena hal tersebut akan sangat membantu perkembangan infrastruktur jaringan internet, terutama di lembaga yang bersangkutan, karena partner akan memdapatkan akses internet gratis dengan kecepatan 2 Megabyte per second.

ITB kemudian mengirimkan surat menyatakan minatnya untuk menjadi partner AI3, dan kemudian Pihak Jepang mengirimkan balasan, mengatakan bahwa mereka akan menilai masing-masing peminat, karena ada sejumlah lembaga lain yang juga telah menyatakan keinginannya untuk begabung dengan AI3, seperti ITS Surabaya, BPPT, dan beberapa pihak lain. Perjuangan dilakukan dengan proses negosiasi melalui e-mail yang memakan waktu beberapa hari antara Onno W. Purbo (ITB) dan Suguru Yamaguchi (AI3 WIDE Project). Onno W. Purbo pada saat itu hampir tidak tidur untuk menyiapkan jawaban, dan argumentasi-argumentasi, paper untuk dikirimkan pihak AI3 WIDE Project.

Untuk menseleksi peminat, AI3 kemudian mengadakan berbagai seminar dan korespondensi, diantaranya di Singapura, dimana Onno W. Purbo dan Sugiharjo Soegidjoko yang dikirim kesana oleh ITB melakukan presentasi bahwa ITB sebenarnya sudah memiliki track record dalam bidang penelitian dan pengembangan internet dengan berbagai teknologi yang memungkinkan saat itu, dengan keterbatasan infrastruktur mulai dari yang paling sederhana sampai yang terakhir, dengan sambungan leased line dan Yellow Cable Network. Kemudian, dengan berbagai usaha selanjutnya sambil terus berkorespondensi dengan pihak AI3, akhirnya ITB dipilih menjadi mitra AI3 untuk Indonesia, bersama dengan Hong Kong University of Science and Technology di Hongkong, serta Asian Institute of Technology di Thailand.

 

Membangun Jaringan Pendidikan AI3 Indonesia



Selanjutnya, ITB menyambungkan jaringan AI3 tersebut dengan sejumlah perguruan tinggi / universitas se-Indonesia, sebagai salah satu upaya membentuk jaringan antar universitas di Indonesia. Sehingga universitas-universitas yang ada di Indonesia akan bisa saling terhubung satu sama lain dan bertukar informasi serta pegetahuan. Untuk wilayah Bandung sendiri, Universitas Parahyangan (Unpar), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam bandung (Unisba), Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP; sekarang menjadi Universitas Pendidikan Indonesia / UPI), terhubung dengan ITB. Dari luar daerah, diantaranya Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Lampung, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Muhammadyah Malang (UMM) dan sejumlah universitas lainnya. Sambungan dilakukan dengan menggunakan satelit, dengan bandwidth yang disewa dari Elektrindo.

 

 

 

1997 Linux

Linux adalah sistem operasi open source yang paling banyak digunakan di Indonesia pada hari ini. Beberapa situs di Indonesia melakukan mirroring iso dari Linux, sehingga pengguna Indonesia dapat memperoleh-nya secara lokal. Mirror tersebut antara lain,

  • link http: / / fedora.cbn.net.id
  • link http: / / kambing.vslm.org

Walaupun linux mulai berkembang di tahun 1990-1992-an, pengguna Linux di Indonesia baru mulai berkembang di tahun 1997-1998-an. Perkembangan Linux mulai pesat sekitar tahun 2001-2002-an. Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) dan berbagai Linux User Group di berbagai kota menjamur. Mailing list tanya-jawab@linux.or.di di bantu Web http : / / www.linux.or.id sangat memberdayakan proses sosialisasi Linux di Indonesia. I Made Wiryana merupakan salah satu tokoh yang mendorong berkembangkanya Linux di Indonesia.

*Warung Internet (WARNET)

 

Istilah WARNET

Warung Internet adalah sebuah kata yang berkembang diantara para aktifis Internet Indonesia di tahun 1997-1998 untuk sebuah kios yang memiliki banyak komputer untuk di sewakan bagi pengakses Internet. Pada masa itu, secara tidak sadar terjadi perebutan singkatan dari Warung Internet antara WARIN dan WARNET. Seharusnya jika kita konsisten dengan proses menyingkat kata, seperti WARTEG (Warung Tegal) dan WARTEL (Warung Telekomunikasi), maka yang seharusnya di pilih adalah WARIN.

Karena Internet, .NET, menjadi akhiran yang sangat menarik dalam jaringan Internet, maka kebanyakan rekan-rekan di masa itu lebih memilih istilah WARNET daripada WARIN. Oleh karena itu tidak heran hingga saat ini WARNET diadopsi oleh masyarakat Indonesia.

 

1 Juli 1995 WARNET PERTAMA Indonesia



1 Juli 1995, di bentuk PT BoNet Utama yang merupakan adalah ISP swasta kedua setelah Indonet Jakarta. Kantor pertama BoNet terletak di Cafe Botanicus tengah Kebun Raya Bogor, yang secara naluriah langsung membuat warnet yang dikhususkan untuk turis-turis yang sedang berkunjung ke Kebun Raya Bogor. Oleh karena itu, cukup sepadan jika kita mengatakan bahwa WARNET di Bogor dan juga di Indonesia adalah BoNet yang waktu itu terletak di tengah Kebun Raya Bogor.

 

 

 

 

Pelaku Sejarah Internet Indonesia

Beberapa tokoh dan pelaku sejarah Internet Indonesia dan kontribusinya adalah:

  • Anton Raharja, orang di balik operasional VoIP Rakyat. Salah satu programmer open source dan banyak berkontribusi di SourceForge
  • Basuki Suhardiman, di operasional Internet ITB & jaringan perguruan tinggi Indonesia. Juga IT KPU pada saat PEMILU 2004 & mengkoordinir 17000 relawan IT data entry PEMILU 2004.
  • Bona Simanjuntak, seorang guru SMK. Pemimpin di Jaringan Informasi Sekolah),Sekolah2000, ICT Center, I. Orang di belakang VoIP Rakyat, Salah satu pendiri ICTWatch.
  • Budi Rahardjo. Pendiri ID-CERT. Pernah menjadi Country Code Top Level Domain ccTLD .id antara 1998 – 2005, sebelum diberikan kepada Departemen Komunikasi dan Informasi di tahun 2005-2006.
  • Dani Firmansyah, juga dikenal sebagai xnuxer, seorang hacker Indonesia. Pernah membobol Web KPU & dipenjara selama beberapa bulan. Aktif menyebarkan ilmu untuk menambah wawasan bangsa dalam bidang network security.
  • Donny BU, wartawan teknologi informasi di detik.com. Aktifis komunitas informatika, memimpin pergerakan turun gunung ke sekolah dan pesantren, membidani groups.or.id, mendorong Sekolah Anak Jalanan.
  • Enda Nasution, tokoh weblog Indonesia.
  • Frans Thamura, Java evangelist Indonesia.
  • Gatot Hari Priowirjanto , tokoh dibalik terkaitnya 4000 SMK Indonesia ke Internet, WAN Kota, dan ICT Center di tahun 2000-2005. Pada tahun 2006 menggagas terbentuknya Jejaring Pendidikan Nasional dan Data Pokok Pendidikan yang terdiri dari Nomor Pokok Sekolah Nasional, Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Nomor Induk Siswa Nasional.
  • Gun, tokoh inspirasional dibalik wajanbolic & pancibolic e-goen untuk akses Internet wireless yang murah.
  • Heru Nugroho, pernah menjadi Sekjen APJII. Merupakan motor di belakang Yayasan Sekolah 2000 dan Yayasan Air Putih.
  • I Made Wiryana, pendorong Linux Indonesia.
  • Ismail Fahmi, developer Ganesha Digital Library, pemimpin awal dan pendorong Indonesia Digital Library Network.
  • Jim Geovedi, salah satu aktivis hacking Indonesia dan dunia. Bersama Michael Sunggiardi, pernah melakukan roadshow keliling Indonesia untuk memberikan materi keamanan teknologi informasi. Kontributor dan pendorong penggunaan sistem operasi FreeBSD dan OpenBSD. Pengelola mailinglist id-freebsd dan id-openbsd di YahooGroups.
  • Judith MS, salah satu presidium Asosiasi WARNET Indonesia (AWARI). Sangat aktif memperjuangkan kepentingan WARNET & masyarakat IT kepada pemerintah.
  • Khalid Mustafa, guru SMK. Aktifis Jaringan Informasi Sekolah (JIS) & penggerak jaringan sekolah khususnya di Indonesia timur. Saat ini bekerja di Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri DEPDIKNAS dan membantu untuk membangun dan mengembangkan Jejaring Pendidikan Nasional serta Dapodik.
  • Michael Sunggiardi, direktur BONET. Penggagas dan implementor RT/RW-net di Bogor. Sangat aktif mengadakan roadshow untuk memperkenalkan penggunaan IT pada masyarakat.
  • Onno W. Purbo, pembangun gateway Internet ITB & Jaringan AI3 Indonesia. Aktif menulis buku & memberikan ilmu IT pada masyarakat Indonesia.
  • PY Adi Prasaja, orang yang banyak berkontribusi waktu dan pengetahuannya dalam mengoperasikan server groups.or.id.
  • Rahmat M. Samik-Ibrahim, Direktur vLSM.org. Pernah mengelola jaringan di Universitas Indonesia]antara 1990-1996; serta pernah mengelola Domain Tingkat Tertinggi (Top Level Domain) “ID” antara 1993-1998. Dewasa ini, ikut mengelola seekor kambing, si komo, dan distro De2-UI.

 

 

  • Rusmanto, redaktur majalah InfoLinux. Aktif membagikan ilmu tentang open source dan Linux.
  • Romi Satrio Wahono, penggerak ilmukomputer.com. Membuka akses masyarakat pada Ilmu Komputer.
  • M. Salahuddien, biasa dikenali sebagai Didien, aktifis AWARI, salah satu pendiri INDOWLI, salah satu koordinator Air Putih
  • Sanjaya, mantan direktur P.T Indo Internet, ISP komersial pertama Indonesia. Salah satu pendiri APJII. Bekerja di APNIC di Australia.
  • Susanto, juga dikenal sebagai S’to, tokoh dunia hacker Indonesia. Penulis buku hacking. Pembina dan moderator mailing list hacker & network security terbesar jasakom-perjuangan@yahoogroups.com.
  • Valens Riyadi, direktur Mikrotik Indonesia, pendiri Fotografer.Net, aktifis APJII Jogjakarta, anggota dewan penasehat Airputih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manfaat Internet

 

1.      Media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

 

2.     Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

 

 

3.     Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.

 

 

4.     Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia.  Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya.  Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa Istilah Internet

 

v  Browser

Aplikasi yang ada di komputer Anda, mirip dengan aplikasi pengolah kata atau aplikasi lain, yang dirancang untuk membaca tipe file data tertentu. Untuk mengakses WWW, Anda membutuhkan program software internet browser ini.

Browsing-metode untuk menjelajahi WWW Internet. Mem-browse WWW sering disebut sebagai surfing the Net.

                            

v  CU-SeeMe

Aplikasi yang memungkinkan konferensi video pada Internet.

 

v  Cyberspace

Tempat virtual di mana orang dapat berkomunikasi dan bertemu.

 

v  Domain name

Bagian yang membentuk IP address pada Internet. Domain name terdiri dari dua bagian atau lebih yang terpisah oleh tanda titik. Bagian paling kiri adalah bagian yang paling penting, menunjukkan tujuannya. Contoh : WWW menunjukkan Web server mail. Sembarang domain name akan “melebur” menjadi hanya satu IP address yang unik untuk setiap mesin. Bagian sebelah kanan menunjukkan tipe site. Contoh :.gov menunjukkan negara asal site, misalnya id menunjukkan negara Indonesia.

 

v  E-Mail

Mirip surat pos, tetapi dikirimkan secara elektronik, sehingga tiba ditempat tujuan nyaris dalam tempo seketika itu juga. E-mail yang berisikan pesan dikirim ke komputer Anda dan akan terus ada di komputer itu sampai Anda mengambilnya (membuka dan menyimpannya atau membuangnya).

 

v  Eudora

Aplikasi e-mail desktop yang populer karena lingkungan grafis dan kemampuannya untuk bekerja di hampir semua jenis server (PC maupun Macintosh).

 

v  FAQ

Frequently Asked Questions – daftar yang memuat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang paling sering diajukan tentang topik tertentu.

 

 

v  FTP (File Transfer Protocol)

Program yang digunakan pada komputer berbasis Windows untuk mentransfer file (software atau dokumen) pada Internet.

 

v  GIF (Graphics Interchange Format)

Jenis image yang seringkali dipakai pada web pages karena kemampuannya untuk me-render warna latar belakang sebagai transparan.

 

v  Gopher

Program berbasis teks yang digunakan untuk mem-browser daftar menu Internet pada berbagai server gopher.

 

v  Home Page

Halaman-halaman yang menampung berbagai informasi dari suatu perusahaan, institusi atau pribadi. Contoh White House home page berisikan informasi politik dan kebijakan Presiden AS.

 

v  HTML

HyperText Markup Language – bahasa standar yang digunakan browser Internet untuk membuat halaman dan dokumen yang dipajang pada Web. Selain memungkinkan komputer berkomunikasi, HTML juga menyediakan link di antara file-file yang ada di komputer yang berbeda dan dipisahkan oleh jarak yang jauh.

 

v  HTTP

HyperText Transfer Protocol – protokol yang memungkinkan bermacam-macam komputer yang saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa HTML.

 

v  HyperLink

Bagian dari Web page yang menghubungkan Anda ke file lain, menyediakan seamless link (hubungan) ke file-file pada komputer lain. Biasa dikenal sebagai link. Mengklik hyperlink berarti mem-browse WWW dan mengunjungi berbagai lokasi.

 

v  Hypermedia document

File data berisi banyak informasi yang dikirimkan melalui Internet ke komputer Anda dan dimunculkan secara grafis dalam cara yang user friendly.

 

 

v  Hypertext

Salah satu cara untuk me-link banyak file. Teks yang mengandung hypertext biasanya digarisbawahi. Untuk melihat ‘kait’nya Anda cukup mengklik pada teks tersebut.

 

v  Internet

Jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer komersiah regional di seluruh dunia.

 

v  Intranet.

Pemanfaatan Internet dalam LAN untuk menghubungkan oran-orang dalam satu perusahaan tanpa berhubungan dengan dunia luar.

 

v  IP address

Alamat IP yang terbentuk dari empat angka yang dipisahkan oleh tanda titik. Alamat yang bersifat unik ini akan diberikan setelah Anda mengirimkan e-mail ke Hostmaster@INTERNIC.NET.

 

v  ISP (Internet Service Provider)

Perusahaan penyedia jasa koneksi ke Internet.

 

v  Java

Bahasa pemrograman berbasis-obyek yang sederhana, dan tidak tergantung pada platform dan sistem operasi. Bahasa ini dikembangkan oleh Sun Microsystems dan digunakan untuk membuat HotJava.

 

v  JPEG (Joint Photographic Expert Group)

Image grafis dalam bentuk terkompresi yang sering digunakan pada Web pages.

 

v  Listserv

Komputer yang mengotomatiskan pengiriman e-mail (bertindak sebagai pusat distribusi untuk pesan-pesan e-mail). Salah satu contoh adalah EDTECH yang para anggotanya mendiskusikan topik-topik yang terkait dengan teknologi pendidikan.

 

v  Lycos

Salah satu search engine. Lycos dikembangkan oleh Carnegie Mellon University dan melakukan pencarian berdasarkan judul dan isi. Pembaruan indeks dilakukan setiap minggu, sedangkan pencariannya bisa dilakukan setiap hari.

 

v  MPEG (Moving Picture Experts Group)

Algoritma terkompresi untuk file video dan audio. Bentuk ini sering digunakan pada web.

 

v  Net

Singkatan dari cyberspace.

 

v  Netscape

Browser Internet yang juga merangkap fungsi e-mail, FTP, Telnet, dan Gopher.

 

v  Newsgroup

Salah satu cara untuk berkomunikasi dengan penjelajah Internet lainnnya.

 

v  Online

     Sering digunakan untuk merujuk saat orang ber-Internet

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s