MAU NGEDIT

Sejarah Editing
Pada saat lumiere mulai membuat film, editing belum menjadi bagian dari proses pembuatan film. Karena pada saat itu film-film lumiere hanya terdiri dari satu buah shot (single shot) dengan panjang durasi yang sama dengan kejadian sesungguhnya (real time). Tidak ada manipulasi waktu.
Melies adalah orang pertama yang membuat film dengan melalui proses editing. Editing yang dilakukannya masih sangat sederhana. Film pertamanya yang menggambarkan perjalanan orang ke bulan (a trip to the moon) hanya menggunakan editing untuk kesinambungan bercerita (cutting to continuity). Melies melakukan editing untuk menyambung tiap2 adegan yang hanya terdiri dari satu shot untuk tiap adegannya (sequence shot).
Le Voyage Dans la Lune – A Trip to the Moon (1902)



Riset Dalam Film Dokumenter

17 09 2007

Film dokumenter merupakan penemuan baru untuk mengatasi kegelisahan orang atas hilangnya pengalaman visual. Karena peristiwa berlalu dengan cepat maka orang sering membuat ikon atau tiruan dari kenangan tersebut, misalnya foto kekasih di dompet, meja, dsb.
Dalam kenyataannya selalu ada kesenjangan antar visual yang dibuat kamera dengan kondisi nyata. Sekarang menjadi bertambah kompleks, karena ada suara, warna, dll sehingga semakin tdak sesuai dengan realita. Kita melihat realita dengan sepotong-sepotong, misal melihat seseorang tdak bisa menyeluruh.

Dengan demikian imej visual sangat dibutuhkan . Foto dan film bisa membantu, tapi juga bisa mengganggu. Tampilan bisa melampaui kebutuhan kita. Kamera menampilkan apa yang tidak bisa kita tangkap. Mata biologis hanya melihat apa yg ingin kita lihat. Maka imej visual yang kemudian kita anggap sebagai dokumen -karena diperlakukan sebagai arsip dan disimpan sebagai data- melampui kebutuhan orang yang membuat film. Maka pertanyaan yang kemudian muncul adalah : Apakah film dokumenter memenuhi kebutuhan obyektif suatu riset?



Storyboard Pro

17 09 2007

storyboard-pro.jpg

Truly completing the production pipeline, Toon Boom Storyboard Pro helps take an idea and translate it into a visual story that will become a complete production, whether animated or live-action. Developed in conjunction with expert storyboard artists, Storyboard Pro speeds up production planning and enables you to reach new heights with increased production integration. Its advanced features make it the tool of choice to create an entirely digital storyboard.



Istilah-istilah dalam Produksi Film dan Acara TV (Glossary)

16 09 2007

Acting :
Sebuah proses pemahaman dan penciptaan tentang perilaku dan karakter pribadi dari seseorang yang diperankan

Addes Scenes :
Adegan yang ditambahkan kedalam konsep asli, biasanya diambil setelah film diselesaikan

Agent (Agent Model) :
Seseorang yang dipekerjakan oleh satu atau lebih talent agency atau serikat pekerja untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yangtidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja. Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka

Anamorphic :
Lensa yang digunakan dalam fotografi untuk memperkecil gambar widescreen ke ukuran 35mm. Proses ini dibalik ketika memproyeksikan hasil akhir film, memunculkan gambar kembali ke ukuran normal pada layarlebar.

Answer Print :
Married Print pertama dari film yang dibuat oleh lab pemroses film, dan kemudian akan digunakan untuk menetapkan standar kualitas film yang akan diedarkan kepada publik.

Apple Box :
Digunakan untuk meninggikan seorang aktor/aktris serta suatu obyek sesuai dengan ketinggian yang tepat untuk pengambilan gambar.



Editing yang melelahkan

31 08 2007

Akhirnya jadi sudah editing profil salah satu sekolah disini, sempat pusing juga soalnya dikasih tempo waktu hanya 2 hari untuk bikin profil. Walau bahan komplit dan narasi juga ngga’ usah bikin lagi tapi waktunya itu yang bikin acara ngeditnya jadi kek kejar tayang D

Dari durasi 25 menit yang direncanakan akhirnya hanya bisa jadi 14 menit, untungnya dengan polesan animasi grafis bisa menutup kekurangan sana sini.
Dengan file jadi berformat vcd emang harusnya lewat tmpgenc untuk renderingnya, berhubung waktu udah makin mendesak akhirnya lewat Vegas doang deh. Dengan best performance rendering di Vegas bisa menghemat waktu dan kualitas juga ngga’ parah2 amat kalo dibandingkan render pake Pinnacle.

Kalo Pake tmpgenc bisa lama, lha wong bahan berdurasi 60 menit bisa seharian nunggu jadinya hehehehehe…
Terus terang saya lebih seneng bikin yang format DVD, ngga’ usah makan waktu banyak untuk mengkonversi file.

Sekarang saatnya nunggu bahan untuk bikin profil lagi, mudah-mudahan ngga’ model “kejar tayang” aja.



Linux video editing masih jauh dari harapan…

5 08 2007

Setelah mencari kesan kemari dari mulai browsing dan cari tau lewat temen2 ada beberapa aplikasi video editing untuk linux yg bisa dipake.

Setelah nyoba satu persatu akhirnya cuma cinelerra yg lebih mendekati bagus, tapi sayangnya untuk efek transisi dan video sangat minim.

Sehingga saya berkesimpulan untuk video editing di linux masih jauh dari harapan, mau ngga’ mau harus tetep pake Sony Vegas..hehehehe D

Untuk 3D animasi masih mayan ada Blender, tapi masih blom bgt familiar soalnya saya lebih sering pake Cinema 4D-nya Maxon.

S’moga untuk waktu kedepan untuk aplikasi multimedia khususnya video editing linux lebih ada perkembangan yang lebih menggembirakan lagi…..

(tulisan ini dibikin setelah beberapa hari setres nyari2 aplikasi video editing yg bagus untuk bisa dijalankan pada sistem linux.)



Film Companies already uses Linux

7 07 2007



Linux Bintang di Film “Sinbad”

5 07 2007

Studio film, DreamWorks mengembangkan penggunaan Linux dalam film-film animasi mereka. “Sinbad: Legend of the Seven Seas” 100 persen menggunakan Linux. “Spirit: Stallion of the Cimarron,” adalah pionirnya.

Melalui kerjasama dengan Hewlett-Packard, studio film ini mengawali penggunaan Linux dalam film “Shrek“. Mereka menggunakan beberapa server HP lower end dalam mempercepat proses rendering, yaitu proses dimana gambar-gambar yang telah disusun dilengkapi dengan warna yang detil dan tekstur kulit.
Dalam film “Spirit: Stallion of the Cimarron,” DreamWorks menggunakan workstation Linux. “Spirit” yang disutradarai oleh Kelly Asbury dan Lorna Cook, ceritanya ditulis John Fusco adalah film animasi pertama yang secara keseluruhan menggunakan Linux. Film ini dirilis Mei 2002 setelah melalui proses produksi selama tiga tahun.

Dalam “Sinbad” yang rencananya akan diluncurkan Minggu ini, DreamWorks 100 persen menggunakan workstation Linux HP dan server Linux untuk rendering. Hal ini disampaikan Jeff Wood, Direktur Marketing Produk HP Personal Workstation Business.



 

 

 

Jenis-Jenis Shot, Sudut, dan Gerakan Kamera

1 07 2007

JENIS-JENIS SHOT

CU (Close Up)
Shot yang menampilkan dari batas bahu sampai atas kepala.

MCU (Medium Close Up)
Shot yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala.

BCU (Big Close Up)
Shot yang menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar. Misal : wajah manusia sebatas dagu sampai dahi.

ECU (Extrime Close Up)
Shot yang menampilkan detail obyek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.

MS (Medium Shot)
Shot yang menampilkan sebatas pinggang sampai atas kepala.

TS (Total Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.

ES (Establish Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi tempat di mana peristiwa atau adegan itu terjadi.

Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang.

OSS (Over Shoulder Shot)
Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.

 

http://misteridigital.wordpress.com/category/video-production/page/2/

 

 

 

 



VIDEO EDITING

Saat ini peralatan video player (VCD) sudah sangat umum, terutama karena harga player dan disc-filmnya terjangkau. Memang secara kualitas masih kurang begitu bagus dibandingkan dengan laser disc atau DVD. Tapi kenyataannya, VCD inilah yang paling merakyat di Indonesia juga kawasan Asean dan China.  

Disamping itu, penyimpanan dari VCD yang relatif lebih mudah dan tahan lama (tidak berjamur) seperti VHS membuat popularitasnya semakin tinggi. Tidaklah heran sekarang banyak yang ingin membuat film dokumentasi, perkawinan, ulang tahun dan shooting lainnya dalam bentuk VCD.

Peralatan komputer sudah sangat baik dan suatu saat nanti tidak mustahil teknologi digital (komputer) dan analog (TV) akan menjadi satu. Saat ini sudah banyak peralatan komputer yang memiliki kemampuan untuk menangai proses kerja video editing / transfer ini, batasannya cuma kreatifitas Anda sendiri. 

Dalam rubrik ini, kami mencoba untuk menguraikan bagaimana cara kerja dan apa saja yang anda butuhkan untuk proyek ini. Tidak tertutup kemungkinan, bila anda tahu memanfaatkan keadaan ini dan mendapatkan order bisa menjadi satu bisnis sampingan yang lumayan penghasilannya.

Jika Anda masih ingin mendapatkan informasi tambahan, jangan segan-segan untuk menghubungi kami di Tel: 4261617 atau email di care@bhinneka.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HIS Excalibur X600Pro – Dengan Software Video Editing

Print

E-mail

 

Thursday, 21 September 2006

Kembali CHIP menerima graphics card dari HIS. Kali ini, produk graphics card yang diterima adalah model Excalibur X600Pro. Graphics card yang menggunakan chip ATi Radeon x600Pro ini dilengkapi memori 256 MB DDR dengan chip 128 bit dari Hynix.

 

Image

 

HIS Excalibur x600Pro secara default  menggunakan memori sebesar 400 MHz dan memori clock sebesar 600 MHz. HIS menggunakan sistem pendinginan iCooler dengan  heatsink fan dengan perpaduan warna kuning keemasan dan silver. Selain itu, kipas pendingin-nya dipercantik dengan LED berwarna biru.

HIS mengklaim bahwa Excalibur X600Pro miliknya memiliki tingkat kebisingan kurang dari 24 db. Ketika CHIP mengujinya memang kipas tersebut bekerja dengan cukup tenang dan tidak berisik. HIS Excalibur X600Pro ini pun sudah mendukung VIVO (Video-In Video-Out) yang memungkinkan Anda untuk meng-capture video dengan mudah. Tak hanya itu saja, Anda pun dapat menampilkan output display di layar TV.

Graphics card ini sudah mendukung PixelShader 2.0 dan VertexShader 2.0, sehingga tampilan yang dihasilkan pada game-game yang mendukung DirectX 9.0 akan lebih halus. Penggunaan empat Pixel Pipeline parallel dan memori sebesar 256 MB, terasa mencukupi untuk menjalankan game-game 3D yang membutuhkan resolusi serta detail yang tinggi.

Dalam paket yang diterima CHIP, HIS menyertakan DVD bonus yang didalamnya terdapat software Power Director 3 SE untuk video editing, 3D Album Picture Pro, game Dungeon Siege, dan juga beberapa game tambahan versi trial.

 

Image


Dengan software 3D Album Picture Pro, Anda dapat membuat album foto, mengatur foto, mengedit foto, membuat halaman presentasi, dan meng-capture movie. Sedangkan dengan Software PowerDirector 3 SE, Anda dapat meng-capture, mengedit dan langsung membakar langsung hasil editing ke dalam CD tanpa harus menggunakan software burning.

 

Image


Kesimpulan CHIP:  Graphics card ini cocok untuk Anda yang ingin memainkan game yang membutuhkan resolusi tinggi dan detail yang tinggi atau bagi Anda yang menyukai video editing atau yang ingin belajar video editing karena sudah dilengkapi VIVO.

Source : CHIP 06/2005
Author : Ferry, <!– var prefix = ‘ma’ + ‘il’ + ‘to’; var path = ‘hr’ + ‘ef’ + ‘=’; var addy52873 = ‘Penulis’ + ‘@’; addy52873 = addy52873 + ‘CHIP’ + ‘.’ + ‘co’ + ‘.’ + ‘id’; document.write( ‘‘ ); document.write( addy52873 ); document.write( ” ); //–>\n Penulis@CHIP.co.id <!– document.write( ‘‘ ); //–> This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it <!– document.write( ” ); //–>

 

 

 

 

 

 

Teknik Digital Video Editing dengan Adobe Premier Pro 1.5

Rp.35900

Perkembangan teknologi elektronika terutama dalam bidang komputer (PC) dan camcoder (camera) semakin memudahkan kita untuk membuat dan mengedit sendiri video hasil shooting menjadi suatu movie (film) dalam format digital.

Adobe Premier adalah salah satu software untuk keperluan digital editing video yang bisa dikatakan paling populer untuk saat ini terutama bagi kalangan home user hingga power user. Versi terakhir dari software ini adalah Adoeb Premiere Pro 1.5

Buku Latihan Teknik Digital Video Editing degan Adobe Premiere Pro 1.5 memaparkan dengan jelas dan mudah bagaimana cara menggunakan Adobe Premiere Pro 1.5 untuk keperluan digital video editing mulai dari Setting Project hingga penggunaan video effect. Dengan mengikuti latihan dalam buku ini diharapkan Anda mampu melakukan pekerjaan digital video editing dan kemudian mampu menuangkan kreativitas untuk menghasilkan karya yang menarik.

 

 

One thought on “MAU NGEDIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s