SOCIAL NETWORKING SITE

SOCIAL NETWORKING SITE

 

PENDAHULUAN

 

            Social networking site atau situs sosial networking sudah mewabah di mana-mana. Tidak hanya di negara asal, tapi juga seluruh belahan dunia. Semua remaja yang merasa gaul sepertinya malu sekali bila tidak memilikinya. Bisa dibilang, situs sosial networking adalah salah satu kebutuhan untuk menyalurkan kebutuhan manusia, seperti komunikasi.

            Komunikasi melalui social networking site tidak hanya berupa sharing, tapi juga bisa dibilang sebagai wahana untuk menunjukkan diri atau bisa dikatakan untuk show up tentang siapa diri kita. Melalui situs sosial networking juga bisa dikatakan bahawa kita ingin merasa dihargai sebagai seorang individu.

            Banyak orang yang mendandani situs sosial networking sitenya dengan hal-hal yang unik, dan dapat dikatakan bahwa samakin unik suatu situs sosial networkingnya, berarti semakin dikagumi ia di dunia maya. Apalagi bila banyaknya pengunjung yang datang dan memberikan suatu comment yang positif, pastinya orang tersebut semakin bangga. Karena, bukanlah perkara yang mudah untuk membuat sesuatu yang disukai orang lain di dunia maya. Misalnya, tulisan-tulisan yang bermanfaat dan menarik dib log pribadinya.

            Saya akan membahas, tentang apa itu social networking site dan memberikan suatu cerita tentang sebuah situs sosial yang sangat mewabah di dunia, bahkan mendapat beberapa penghargaan dari sebuah awards.

 

 

LATAR BELAKANG

 

            Latar belakang saya menulis tentang social networking site karena merupakan tugas dari dosen mata kuliah “perkembangan teknologi komunikasi”. Saya ingin tugas ini terlihat perfect dan tidak dangkal, makanya saya berusaha semaksimal mungkin mengerjakannya, sehingga menimbulkan beberapa efek bagi diri saya. Pertama, secara otomatis saya kurang tidur karena saya selalu setia searching di internet tentang sumber-sumber yang diperlukan. Selain itu, jerawat muncul di mana-mana karena saya agak stress karena saya memiliki tugas dari lima mata kuliah yang berbeda yang deadline pada minggu ini juga.

            Saya cuma memiliki satu alasan saja untuk melakukan ini semua. Murni karena tugas. Semoga, apabila tugas ini jadi untuk dipublikasikan bermanfaat untuk siapapun yang membacanya.

 

 

Isi

 

 

Pertama sekai saya ingin membahas, mengapa situs friendster lebih digandrungi daripada situs lain di negara berkembang. Dan mengapa pula situs networking seperti my space dan facebook lebih berkembang di negara maju?

Berikut ini, adalah penuturan dari Rahadian di daydreaming.rahadian.com

Social Networking VS Culture

Social networking adalah sebuah terobosan baru dalam web standard, tepatnya yang jaman skarang disebut2 sebagai generasi Web 2.0. Perbedaan yang mendasar antara generasi Web 1.0 dengan 2.0 adalah, pada web 1.0 dikenal dengan content is the king makanya jaman dulu itu situs2 yang memiliki hit yang tinggi adalah situs2 yang berbasiskan berita ( news portal ), sementara di generasi selanjutnya yaitu web 2.0 yang dikedepankan adalah community generated content, maka ga heran jika beberapa tahun terakhir situs2 yang memiliki hit tinggi adalah situs2 yang berbasiskan social networking, situs yang menampung apapun tulisan orang ( blog, wikipedia dll ).

Entah apa yang akan diangkat di situs web generasi ke 3 selanjutnya banyak orang memprediksi trennya akan mengarah ke virtual community seperti http://www.secondlife.com, dan google memiliki rencana untuk menjadikan google earth menjadi the biggest virtual community in universe, jadi di google earth kita bukan cuman bisa ngeliat rumah kita dari atas, nantinya kita bisa berjalan2 didepan rumah atau dibelahan dunia mana saja di google earth dan bisa ngobrol, melakukan transaksi, kenalan atau hanya sight seeing disana. Cukup menakjubkan rencana yang google yang setau saya masi dalam wacana omong2, bisa jadi sebagian penduduk dunia nantinya bersosialisasi itu akan lebih besar di internet, maka dari itu seluruh advertising agency dunia sudah mulai bersiap2 untuk bedol desa ke dunia maya, seperti ogilvy us yang telah membuka virtual agency di http://www.secondlife.com hehe.

Talking about social networking, banyak hal2 yang unik terjadi dibidang ini. Cukup banyak social networking di dunia dan hanya beberapa yang menjadi hit. Tapi lucunya di tiap negara memiliki kecendrungan yang berbeda untuk pemilihan favorit social networking, ini bisa kita liat di survey yang ada di alexa.com.

Kita coba mengambil 3 negara sebagai contoh, Amerika sebagai sumber sebagian besar social networking site, Malaysia negara tetangga kita yang pada dasarnya kita memiliki culture dan behavior yang mirip, dan tentunya Indonesia.
Dan untuk social networking yang saya ambil contoh kasusnya adalah 4 social networking terbesar didunia saat ini yaitu Friendster, Myspace, Facebook dan Multiply.

Friendster – Sebuah situs social networking yang berbasiskan kepada “how much degree are you”, social networking yang lebih berfokus ke mencari teman lama atau teman baru tanpa ada keterikatan interest based.

Multiply – Sebuah situs social networking yang memodifikasi antara kebutuhan blog dan social networking yang dimilik friendster

Myspace – Sebuah situs social networking yang lebih berorientas pada sebuah interest based yang bisa dibilang arahnya lebih ke musik

Facebook – Situs social networking yang paing muda usianya, dengan fitur open source system, jadi semua orang bisa mendevelop program apapun disana dan dapat dipakai oleh seluruh member for free ( right now )

Berikut saya intisarikan ranking social networking yang terlihat di alexa per hari ini.

( Order by ranking )

US:
3.Myspace.com
5.Facebook.com
70.Friendster.com
*Multiply.com tidak termasuk dalam ranking 100

Malaysia:
2.Friendster.com
6.Myspace.com
13.Facebook.com
24. Multiply.com

Indonesia
2.Friendster.com
7.Multiply
24.Myspace
35. Facebook.com

Dari hasil diatas maka saya mencoba menyimpulkan sesuatu,

Salah satu kesuksesan friendster melakukan penetrasi di banyak negara Asia karena, pemakaian bahasa inggris yang sangat simple, yang seperti kita ketahui bahasa inggris banyak menjadi barrier untuk beberapa kalangan tertentu. Dan friendster sangat menyadari hal ini, maka dari itu tiba2 skrg timbul friendster in dual language, english and chinese…kenapa chinese…gampang ditebak, china memiliki penduduk terbesar di dunia dan memiliki tingkat penetrasi internet tertinggi di dunia, beberapa tahun kedepan saya yakin cina akan menjadi the largest market untuk Internet Marketer.

Mengapa friendster gagal menjadi raja dibanyak negara maju ? mungkin dinegara maju pengguna internetnya membuat sebuah hubungan social networking dengan basic yang berbeda dengan negara2 berkembang, seperti, “saya ingin berteman dengan dia karena dia memiliki interest yang sama, ini terjadi di masyarakat negara maju”.
Sedangkan dinegara berkembang….”dia cakep, terkenal…saya mau ah jadi temennya”
Kenapa saya aga yakin dengan hal ini, karena beberapa bulan trakhir friendster mendeclare dibanyak media akan mendevelop friendster yang bersifat bisnis dan/atau politik networking untuk mencoba menjadi raja di US.

Sekarang Multiply, saya pernah membaca di beberapa media, growht blogger di indonesia mengalami peningkatan signifikan malah ada beberapa media yang mendeclare pertumbuhan blogger di Indonesia sangat tinggi.
Penduduk Indonesia suka menulis ? i doubt it…yang bisa saya tarik kesimpulan dari hal ini adalah, pengguna internet di indonesia sekarang berjumlah sekitar 25 juta user, siapakah mereka ? cara termudah mengenali mereka adalah melihat tinggi traffic internet di indonesia yang hanya terjadi pada jam kerja dan hari kerja…ya betul…orang2 seperti anda yang bukannya kerja dengan tekun dikantor malah sibuk browsing di internet. Dan lihat lagi sekilas, generasi terbesar yang memakai internet secara massive di kantor anda bisa dibilang rata2 umurnya berkisar di 22 – 30 tahun. Umur dibawah itu mereka blum kerja dan jika online harus ke warnet atau begging2 ama ortunya untuk dipasangkan internet yang belum menjadi sesuatu yang murah di indonesia, sedangkan umur diatas 35 tahun kemungkinan besar mereka lebih fokus di pekerjaan/karir dan umur diatasnya lagi tidak terlalu familiar dengan komputer…apalagi internet. Jadi kita memang bukan bangsa yang hobi menulis tapi kebetulan saja 25 juta internet user disini adalah pemakai berusia muda yang masih sangat2 kritis dengan keadaan, atau generasi Y.
Multiply bisa dibilang yang paling aman dalam pertarungan social networking di asia, karena multiply bisa mengakomodasi dua kebutuhan dasar yang diminati asia internet users, Nulis dan Narsis.

Myspace, generasi pertama di indonesia yang memakai myspace sebagian besar adalah yang pernah bersekolah di luar negri, kemampuan bahasa inggris yang lumayan dan sangat2 into dengan musik, selanjutnya myspace cukup populer di kota2 besar dan dikalangan tertentu di indonesia. Tahun depan kemungkinan besar myspace akan membuka representatif di Indonesia dan mulai untuk mengolah Indonesia market dengan serius….bisa sukses ? jujur…saya tidak yakin mengingat kegagalan myspace dinegara2 asia lainnya.

Facebook, di Indonesia ini lumayan baru populer untuk social networking site, dengan mengedepankan fitur content and features generated by user yang terjadi adalah hampir setiap hari akan tercipta sebuah inovasi2 fitur yang diciptakan oleh usernya sendiri. Dilihat sekilas masa depan facebook cukup menjanjikan, bisa dibayangkan fitur yang tidak pernah habis akan sulit membuat bosan para penggunannya. Tapi balik lagi ke masalah bahasa, dalam facebook pemakain bahasa inggris tidak terlalu sederhana, hal2 seperti ini bisa jadi barrier untuk menjadi massive di Indonesia kecuali nantinya banyak programmer atau developer indonesia yang menciptakan fitur/software di facebook dengan bahasa indonesia atau bahasa lokalnya masing2.

Demikianlah, penuturan Rahadian, saya pun setuju dengan penuturannya. Termasuk orang Indonesia, yang lebih senang mengadd artis ataupun orang-orang yang terkenal di kalangan tertentu, daripada mengadd orang-orang yang memiliki interest terhadap suatu hal yang sama. Padahal, hal tresebut lebih penting untuk bahan referensinya dalam tukar-menukar info yang dibutuhkannya, daripada mengadd artis yang gak bisa memberi info apapun. Bahkan, belum tentu mengapprove dirinya.

Setelah melihat situs sosial networking versus dengan kebudayaan, maka tak kalah penting dan tidak ada salahnya bila kita terlebih dahulu mengetahui apa itu internet. Karena, mustahil adanya social networking site bila tidak ada internet itu sendiri. Berikut ini merupakan sejarah singkat internet.

internet

Secara harfiah, internet (kependekan daripada perkataan ‘inter-network’) ialah rangkaian komputer yang berhubung menerusi beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

Kemunculan Internet

Rangkaian pusat yang membentuk Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).

Pada 01 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal hari ini.

Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.

 

Internet pada saat ini

Internet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments).             Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board – IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, perkongsian file (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.

Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem Tertutup(?)(Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.

Sejarah Internet

 

Pada awalnya Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 3 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Berikut ini adalah table tahun-tahun bersejarah yang penting bagi dunia maya:

 

Daftar kejadian penting

 

 

Tahun

Kejadian

1957

Uni Sovyet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.

1958

Sebagai buntut dari “kekalahan” Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer.

1962

J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Di tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.

Awal 1960-an

Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.

Pertengahan 1960-an

ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan “Cooperative Networking of Time-sharing Computers“, dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.

1965

Istilah “Hypertext” dikeluarkan oleh Ted Nelson.

1968

Jaringan Tymnet dibuat.

1971

Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.

1972

Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai “Bapak Internet

19721974

Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.

1973

ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.

1974

Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel “A Protocol for Packet Network Interconnection“.

1974

Bolt, Beranet & Newman (BBN), perusahaan kontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.

1977

Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.

1978

Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).

1979

Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.

Awal 1980-an

Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It’s Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.

 

 

1982

 

 

Istilah “Internet” pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.

 

 

Nah, bila sudah tahu semua tentang internet, pastinya kita penasaran dengan bagaimana sejarah singkat internet di Indonesia bukan? Berikut ini adalah sejarah singkat internet di Indonesia.

 

Awal Sejarah Internet Indonesia

 

 

 

MS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia yang mungkin kurang banyak dikenal oleh khalayak Internet Indonesia di tahun 2000 ini. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia. Pada waktu itu di awal tahun 1990-an jaringan Internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network. Semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia hari ini yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktifitasnya terutama yang melibatkan perdagangan Internet.

Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat di lihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di akhir tahun 1990 / awal 1991-an. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahsiswa Elektro ITB di tahun 1989-an. Kebetulan saya adalah penulis sebagian dari artikel-artikel tersebut. Tidak terasa waktu demikian cepat berlalu, tanpa terasa hal itu telah melewati kita semua lebih dari 10 tahun yang lalu.

Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan kami di amatir radio khususnya rekan-rekan di Amatir Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986-an. Bermodal pesawat Rig HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama YC1HCE dengan komputer Apple II milik YC1DAV sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama YC1HCE, J. Tjandra Pramudito YB3NR (sekarang dosen di UNPAR), Suryono Adisoemarta N5SNN (sekarang dosen di Texas,US) bersama saya YC1DAV kami berguru pada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto YB1BG, Achmad Zaini YB1HR, Yos YB2SV, YB0TD di band 40m. Mas Robby Soebiakto YB1BG merupakan suhu diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian di dorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian di adopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, & ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994-an. Mas Robby Soebiakto YB1BG adalah koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Saat ini AMPR-net Indonesia di koordinir oleh penulis YC1DAV. Koordinasi dan aktifitas-nya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list YBNET-L@ITB.ac.id.

Di tahun 1986-1987-an awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia Mas Robby YB1BG juga merupakan pionir dikalangan teman-teman amatir radio Indonesia yang mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak “server” BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990-an komunikasi antara saya yang waktu itu berada di Canada dengan panggilan YC1DAV/VE3 rekan-rekan amatir radio di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Canada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio. Mas Robby YB1BG ternyata berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik amatir radio kemudian kami melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Canada. Pengetahuan secara perlahan di transfer melalui jaringan amatir radio ini.

RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) motor dibalik operasional-nya Internet di UI, saat tulisan ini ditulis berada di Singapura untuk meneruskan S3. Ibam pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC (http://www.idnic.net.id).

Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh kepala-nya Bu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Pak Ihsan ini yang mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT.

Pak Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway packet radio bekerja pada band 70cm. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan X.25 melalui jaringan SKDP terkait pada gateway di DLR Jerman.

Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Pak Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id yang hingga saat ini masih beroperasi. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang “maniac” IT dan yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri. Saya sempat terkagum-kagum memperoleh jawaban e-mail dari seorang menteri Pak Tungki yang waktu itu sedang berada di Amerika Selatan dalam kunjungan kerjanya. Bukan main, seorang menteri tapi tetap menyempatkan diri untuk membalas e-mail.

Mas Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amatir Radio Club ARC ITB seperti Basuki Suhardiman (sekarang di AI3 ITB), Aulia K. Arief (sekarang di WAHID), Arman Hazairin (sekarang di Telkomsel) di dukung oleh Adi Indrayanto (sekarang S3 di Inggris) untuk mencoba mengembangkan gateway packet radio di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem packet radio berupa Terminal Node Controller TNC merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.

Berawal dari teknologi packet radio 1200bps di atas, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps (sekarang 2Mbps) ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan pendidikan di Indonesia yang menamakan dirinya AI3 Indonesia yang mengkaitkan 25+ lembaga pendidikan di Indonesia.

Jaringan pendidikan ini bukan hanya monopoly ITB saja, jaringan pendidikan lain yang lebih besar lagi adalah jaringan SMK yang dibawahi DIKMENJUR (dikmenjur@egroups.com) yang saat ini telah mengkaitkan 270+ SMK di seluruh Indonesia. Saat ini ada 4000 SMK yang mempunyai potensi yang sangat besar jika berhasil dikaitkan. Belum lagi kalau bisa mengkaitkan 10.000 SMU ke Internet pasti tidak kalah serunya dengan mengkaitkan 1300 PTN / PTS (saat ini baru ~200 PTS/PTN yang terkait) di seluruh Indonesia ke Internet.

Di tahun 1989-1990-an, teman-teman mahasiswa Indonesia di luar negeri mulai membangun tempat diskusi di Internet, salah satu tempat diskusi Indonesia di Internet yang pertama berada di indonesians@janus.berkeley.edu. Berawal dari mailing list pertama di Janus diskusi-diskusi antar teman-teman mahasiswa Indonesia diluar negeri pemikiran alternatif berserta kesadaran masyarakat ditumbuhkan. Pola mailing list ini ternyata terus berkembang dari sebuah mailing list legendaris di janus, akhirnya menjadi sangat banyak sekali mailing list Indonesia terutama di host oleh server di ITB & egroups.com. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas di Internet Indonesia.

Di tahun 1994-an mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Seingat saya sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekad barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Seperti kita ketahui bahwa perkembangan usaha bisnis Internet di Indonesia semakin marak dengan 60-an ISP yang memperoleh lisensi dari pemerintah. Asosiasi ISP (APJII) terbentuk di motori oleh Sanjaya cs di tahun 1998-an. Effisiensi sambungan antar ISP terus dilakukan dengan membangun beberapa Internet Exchange (IX) di Indosat, Telkom, APJII (IIX) & beberapa ISP lainnya yang saling exchange. APJII bahkan mulai melakukan manouver untuk memperbesar pangsa pasar Internet di Indonesia dengan melakukan program SMU2000 yang kemudian berkembang menjadi Sekolah2000.

Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com. Sedangkan rekan-rekan penyelenggara WARNET banyak berkumpul di asosiasi-warnet@egroups.com, pada tanggal 25 Mei 2000 merupakan hari bersejarah bagi rekan-rekan WARNET – karena telah lahir asosiasi warnet yang ada secara fisik dalam pertemuan di kantor DIKMENJUR. Ketua Asosiasi Warnet adalah rekan Rudy Rusdiah, Bendahara rekan Adlinsyah dan Sekretaris Abdullah Koro. WARNET di Indonesia akan disediakan domain war.net.id.

Demikian kilasan sejarah Internet di Indonesia, kami sadar bahwa perjuangan kami masih panjang. Masih banyak hal yang perlu diperjuangkan terus agar dapat menggerakan bangsa Indonesia menuju knowledge based society.

 

Selain itu, beberapa istilah yang lazim digunakan di dunia maya terkadang menyulitkan para pengguna awal. Berikut ini adalah daftar dari istilah-istilah yang akan membantu dalam mengunjungi teman kamu di dunia maya.

 

Istilah Internet Indonesia

 

Berikut ialah daftar istilah internet dan ilmu komputer dalam bahasa Indonesia. (format: Istilah asal = padanannya dalam bahasa Indonesia (keterangan tambahan (jika ada))). Kebanyakan besar istilah-istilah berikut adalah berasal dari bahasa Inggris Amerika, karena dipandang memiliki kekayaan kosakata internet yang paling luas. Banyak istilah-istilah dalam bahasa Inggris yang juga disadur dari bahasa asing[rujukan?]. Terjemahan istilah-istilah internet dan komputer seringkali menyisakan kesulitan sendiri bagi para ahli bahasa dikarenakan ilmu komputer dan internet merupakan teknologi baru yang terus menerus berkembang dan menciptakan istilah-istilah baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam ilmu linguistik. Oleh karena itu tidak jarang terjemahan langsung suatu istilah terasa janggal untuk diucapkan maupun ditulis (contohnya istilah cookie terasa janggal diterjemahkan menjadi ‘roti’ atau sejenisnya). Penerjemah-penerjemah harus berusaha sesetia mungkin dengan makna aslinya dengan tidak membuat padanan istilah yang tidak akan dipakai oleh pengguna-pengguna yang terbiasa dengan istilah di dalam bahasa lain (bahasa Inggris misalnya).

Banyak dari istilah-istilah internet dan komputer yang memiliki sejarah panjang yang membuat makna kata sesungguhnya kabur, sebagai contoh adalah nama-nama merek terkenal yang seringkali mengambil dari kosakata bahasa di mana perusahaan tersebut berada. Dengan demikian, istilah-istilah yang sudah bercampur dengan kebudayaan dan sejarah suatu bangsa akan semakin sulit diterjemahkan ke dalam budaya yang sama sekali berlainan dan tidak memiliki sejarah internet dan komputer yang sama panjangnya (contohnya istilah desktop sama sekali tidak ada hubungannya dengan ‘meja’ ataupun ‘permukaan’).

Perhatikan bahwa tidak semua istilah dalam artikel ini merupakan istilah resmi seperti yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Untuk padanan istilah resmi, lihat pranala di bagian Pranala luar.

Teks ini akan dicetak tebal== Istilah internet (biasanya bersifat abstrak atau maya, contohnya kata-kata kerja) ==

attachment = lampiran

bandwidth = lebar pita

broadband = pita lebar, jalur lebar

browser = peramban, penjelajah

bulletin board = papan buletin

chat = obrol, obrolan, rumpi

crash = bertabrakan (biasa untuk perangkat lunak/keras bermasalah)

connection = sambungan

copy = salin, kopi

cut = potong

cyberspace = dunia maya

database = pangkalan data, basis data

delete/del = hapus

domain = ranah

download = ambil data, unduh, muat turun

edit = sunting, ubah

e-mail = imel, ratel / surel (surat elektronik), posel (pos elektronik), surat-e

forward/fwd (e-mail) = terusan

homepage = laman

hosting = hosting

install = instalasi

interface = antarmuka

keyword = kata kunci

lag = lambat

link = taut, kait, pautan, pranala

load = muat

login / log in / log on / logon = log masuk, masuk log

logout / log out / log off / logoff = log keluar, keluar log

network = jaringan

newsgroup = kelompok warta, kelompok diskusi

mailing list = milis, senarai, forum ratel

network = jaringan

networking = jejaring

off line = tidak terhubung, terputus

online / on line = terhubung, tersambung

password = kata sandi, kata kunci

paste = tempel

preview = pratonton, pratilik, pratayang

(internet service) provider = penyelenggara jasa internet

save = simpan

scan = pindai

server = peladen

sign in / signin / sign on = lihat login

sign out / sign off = lihat logout

surfing = berselancar, selancar maya

update = pemutakhiran, pembaruan

upload = unggah, muat naik

username = nama pengguna

virtual reality = realitas maya

webpage = halaman web

website = situs web

wireless = nirkabel

Setelah beberapa penjelasan di atas,saya ingin menulis tentang salah satu social networking site yang paling digemari dan mendapat beberapa awards di The Crunchies Awards. Ini adalah award pertama untuk para pekerja dunia maya yang paling berperan di dunia maya ini. Kemarin acara ini digelar di Herbs Theater, San Fransisco, pertengahan Januari lalu.

Bentuk pialanya cukup unik, berupa patung monyet yang sedang mengamuk dan menghancurkan TV serta berbagai perangkat elektronik lain menggunakan sebuah tulang. Sebenarnya, ada beberapa kategori yang dilombakan. Di antaranya, The Time Sink yaitu untuk kategori website yang paling oke untuk menghabiskan waktu saat online, kemudian ada kategori Best Mobile Start-Up, Best New Gadget, Best User-Generated Content Website, dan beragam kategori lain.

Nah, ternyata pemenang untuk kategori Best Overall Website adalah Facebook. Sementara, penemu sekaligus pendirinya adalah Mark Zuckerberg, memenangkan kategori Best Founder.

Nah, awalnya kita akan membahas tentang Face book. Bukan cuma kita saja yang menyukai Facebook, tapi juga beberapa artis di negara barat. Seperi Oasis dan Stereophonics di bulletin mereka di MySpace, isinya “Check us out on Facebook”. Nah, ini adalah bentuk bukti dari begitu mewabahnya Facebook, sampai-sampai artis internasional juga terkena.

Facebook

Beberapa kegunaan fitur yang ada di Facebook adalah:

1.     Tempat Interaksi

Tidak jauh beda dari situs social networking lainnya, Facebook juga bisa jadi ajang interaksi sama teman-teman. Di sini, kita bisa add friends, lihat profil, atau saling kirim message antar teman. Serunya lagi, kita juga bisa menggambarkan atau mendescribe gimana kepribadian teman kita yang lain lewat iDescribe dan juga bisa membanding-bandingkan “siapa yang lebih apa” di antara teman-teman kita lewat Compare People. Dibandingkan yang lain, interaksi antar teman di Facebook juga lebih intens. Soalnya, tiap kali kita ‘bermain’ dengan aplikasi yang ada dan meng-invite teman kita untuk mencoba hal yang sama. Selain itu, juga bisa jadi ajang pedekate. Caranya? Kirim aja orang yang mau digebet dengan hadiah yang menggambarin perasaan kita lewat aplikasi MyGifts. Misalnya saja, hadiah bergambar hati, atau juga bisa pakai SuperPoke yang di antara pilihan action-nya ada hug, kiss and serenade.

2.     Tempat Pamer

Masih sama dengan Friendster atau Myspace, di sini kita bisa puas pamer foto-foto seru kita. Serunya lagi, dengan pilihan Tag yang tersedia di photo album Facebook, temen-temen kita yang mejeng di photo-photo yang kita pasang, bisa dikenali (nama mereka akan muncul di caption photo). Begitu juga sebaliknya, kalau kita nampang di photo album temen kita. Di sini, kita juga bisa pamer kreativitas. Misalnya dengan buat graffiti dan memajangnya di Super Wall atau Fun Wall. Kita juga bisa memamerkan film buatan kita sendiri atau video rekaman aksi di atas panggung ketika nge-band bareng temen-teman.

3.     Tempat Kenal Diri Sendiri

Bagi penyuka tes-tes kepribadian, Facebook tempatnya. Soalnya, banyak banget aplikasi di sini yang bisa menggambarkan bagaimana kepribadian kita. Salah satunya, Picture Personalize Quiz. Kita akan diminta memilih berbagai gambar dan dari pilihan itu, untuk mengetahui kepribadian kita. Oh iya, Facebook juga menyediakan banyak banget kuis untuk mengetes kepribadian kita lewat karakter-karakter di serial TV atau film. Jadi, kita bisa tahu, apakah kita lebih mirip Bart atau Lisa di serial The Simpsons, atau lebih mirip Hagrid atau Hermione di Harry Potter. Seru gak?

4.     Tempat Nambah Pengetahuan

Mengasah otak atau meng-upgrade wawasan, di Facebook juga bisa lho. Cobain saja IQ Test untuk yang penasaran dengan tingkat kejeniusan kita. Sedangkan yang mau ngetes wawasan perfilman, bisa ikutan Movie Trivia. Jangan ketinggalan juga ikutan Book Reviews buat yang pengen me-riview buku yang sudah dibaca sekaligus nambah pengetahuan buku-buku apa saja yang lagi populer di Facebook dan situs Amazone.com.

5.     Tempat Sharing Ide

Punya unek-unek terpendam tentang suatu hal dan bingung mau ke mana numpahin semua itu? Kalau gitu sharing aja lewat aplikasi iThink. Di sini kita bebas mau sharing apapun. Mau ngomongin politik, entertainment, olahraga, cinta-cintaan atau sekedar mengeluarkan ide-ide gila yang ada di kepala, semuanya bisa di sini. Kali saja, dari sini kita bisa dapat jalan keluar dari orang lain yang menanggapi curhatan kita.

6.     Tempat nge-game

Buat gamers, Facebook bisa jadi salah satu ‘surga’ yang wajib dikunjungi. Pasalnya, ada banyak banget aplikasi games di sini. Ada yang berkaitan dengan olahraga, seperti Speed Racers, NBA, Fantasy Challenge dan Billiards. Atau juga ada game seperti Ms. Pacman dan Super Mario Bros. yang gak kalah seru dan selalu bikin penasaran adalah game Vampire atau Slayers yang kerjanya ‘menyerang’ orang lain untuk mendapatkan poin. Selain itu, masih ada 1000 aplikasi games seru lainnya.

 

7.     Tempat Bermusik

Mulai dari sekedar mendengarkan musik, sampai membuat band virtual bisa dilakukan di sini. Ada aplikasi yang namanya MyMusic, yang menyediakan 40 Top Songs yang bisa didengerin. Kita juga bisa milih lagu favorit dengan cara search music atau ngambil dari daftar lagu pilihan teman. Lagu-lagu tersebut bisa kita kirim ke temen-temen juga. Ada juga aplikasi iLike yang fungsinya kurang lebih sama dan punya koneksi ke iTunes. Kalau penasaran dengan aplikasi musik lainnya.

8.     Tempat Promosi

Meskipun banyak yang beranggapan kalau Facebook belum memiliki komunitas musisi sebanyak MySpace, tapi bukan berarti Facebook dipandang sebelah mata. Buktinya, sudah banyak juga musisi yang melirik Facebook sebagai salah satu tempat promosi. Sebut saja, Gorillaz, The Click Five dan Joss Stone. Kita juga gak dilarang kok, kalau mau mempromosikan band kita lewat Facebook.

9.     Tempat Having Fun

Kita bisa menggunakan ribuan aplikasi seru yang seperti gak ada habisnya. Mulai dari yang berguna seperti yang sudah disebutkan di atas, sampai berjibun aplikasi yang cuma buat lucu dan iseng-isengan doing. Dengan kata lain, Just For Fun. Aplikasi kategori ini menjadi aplikasi paling banyak di Facebook. Ada lebih dari 3700 aplikasi, lho… misalnya nich, aplikasi X Me yang bisa bikin kita nyubit, gigit, atau nendang teman kita (secara virtual, tentunya). Selain itu, ada juga My Room untuk yang mau ngedekor rumah sesuai keinginan atau (Fluff) Friends yang pengen punya binatang peliharaan virtual.

 

Si Jenius di Balik Facebook

            Parcaya nggak, jenius yang ada di balik Facebook baru berusia 23 tahun! Yap, umur Mark Zuckerberg memang masih muda. Tapi, jangan ragukan kemampuannya dalam mengotak-atik computer, deh. Sejak masih duduk di kelas 6 SD, cowok kelahiran 14 mei 1984 ini sudah kecanduan banget sama program komputer.

            Saat masih kuliah di Harvard University, dia sempat-sempatnya bikin situs online khusus kampus, Facemash. Com situs yang sempat online selama 4 jam ini akhirnya diketahui pihak kampus dan dihentikan. Nah, Facebook itu sendiri sebenarnya sudah diciptakan olek Mark dari awal tahun 2004 dengan bantuan dari teman-teman sesame mahasiswa Harvard, Dustin Moskovitz dan Chris Hughus. Pertengahan tahun 2004, Facebook sudah merambah kampus-kampus selain Harvard kemudian pada tahun 2005, Facebook merambah anak-anak SMA di sana dan mulai menyentuh kalangan pekerja pada April 2006. akhirnya sejak September 2006, Mark membuka situs ini buat khalayak umum. Melihat Facebook yang berkembang pesat, Yahoo tertarik untuk membelinya dengan harga hampir satu juta dollar, lho! Tapi Mark menolaknya, tuh. ”Kami tidak kepikiran untuk menjual perusahaan ini. Itu bukan tujuan utama dari perusahaan ini,” Ujar Mark yang menjabat Chief Executive Officer (CEO) Facebook.

Nah, menurut Rahadian Facebook is a really-really social networking Site. Tak lupa ia menjelaskan beberapa hal tentang keunggulan Facebook.

 

Facebook: The Real Social Networking Site

Pernah mendengar nama Facebook? Kalau belum mengenal Facebook (selanjutnya disebut FB), anda tentu mengenal yang namanya Friendster (FS). Yap, FB memiliki fungsionalitas yang hampir sama dengan FS, yaitu social networking site atau situs jejaring sosial. Situs seperti inilah yang kini banyak membuat orang-orang tergila-gila dan addicted atau kecanduan. Bahkan tidak jarang bagi beberapa orang, dunia internet identik hanya untuk membuka situs seperti ini.

FS telah menjadi salah satu situs social networking yang paling besar, khususnya di Indonesia. FS menyediakan banyak fitur standar yang dimiliki oleh situs social networking pada umumnya, seperti menambah daftar teman, saling mengirim pesan atau message, mengirim foto, membuat pengumuman, membuat komunitas atau group, dan saling bercerita dan berpendapat melalui testimonial kepada teman anda. Dengan ramainya jumlah orang yang ada di FS maka ga jarang orang-orang yang belum memiliki account di FS dianggap belum gaul. Yah, maka dari itu ga jarang ada orang yang mendaftar di FS hanya karena dipaksa oleh temannya sehingga ia mengikuti hal ini hanya untuk meredam “serangan ajakan” dari temannya itu. Setelah hal ini berlalu, account pun ditinggalkan dan tak pernah lagi diurusi.

Saya sendiri udah mengikuti FS sejak lebih dari 2 tahun lalu. Beberapa bulan belakangan, saya cenderung mengurangi aktifitas saya di FS. Salah satu alasannya adalah banyak bugs yang benar-benar mengganggu. Salah dalam menerjemahkan (parsing) tulisan menjadi HTML menjadi salah satu hal yang cukup membuat frustasi. Masalah dalam cookie juga sering menyerang sehingga halaman home sering harus direload berulang-ulang yang tentu saja menghabiskan waktu dan bandwidth. Ada pula masalah dalam serangan bot dan spam yang umumnya menyerang group dengan membuat link ke website-website yang “ga beres”.

Dua minggu belakangan, saya menemukan Facebook yang lebih menarik daripada FS. Hampir semua fungsionalitas di FS terdapat di FB, hanya saja dengan nama yang sedikit berbeda karena masalah hak cipta dan paten. Salah satunya adalah Testimonial menjadi The Wall. FB dikembangkan dengan cukup profesional dan rapi dibanding FS. Jumlah iklan yang terdapat di FB juga jauh lebih sedikit. Pengaturan privacy yang ada cenderung terlihat powerfull sehingga tidak jarang hal ini bisa membuat bingung pengguna baru. Akan tetapi bila cukup menguasai fitur ini, tentu ruang privacy anda juga cukup aman.

Satu hal yang membuat FB jauh meninggalkan FS adalah banyaknya application yang dapat ditambahkan di profile dan account FB. Application yang disediakan mulai dari games, utilities sampai tambahan untuk membuat profile lebih “bermakna” menjadikan FB cukup mudah membuat addict penggunanya (bahkan saya sendiri sudah cukup addict dengan FB :p ). Pengguna dapat menambah aplikasi (fluff)Friend untuk memelihara binatang di profile-nya, aplikasi SuperPokey untuk berinteraksi dengan user lain melalui tindakan yang aneh-aneh, mengirim hadiah ke profile user lain dengan aplikasi MyGifts dan sebagainya. Aplikasi-aplikasi yang tersedia pun tidak hanya dibuat oleh pihak FB. Pengguna FB yang lain juga dapat membuat aplikasi sendiri yang nantinya dapat digunakan oleh para user FB. Aplikasi-aplikasi inilah yang menghidupkan jiwa “social networking” pada FB.

Belakangan ini cukup banyak teman-teman saya yang mendaftar di FB dan masih cukup banyak yang akan bergabung di FB. Hanya saja beberapa di antaranya masih terlalu FS-ish atau masih terpengaruh pada budaya di FS yang beberapa diantaranya bisa dilihat di bawah. Selain itu saya juga akan menulis akibatnya bila budaya tersebut masih dibawa ke FB. ;)

  1. Masih banyak user yang mencari teman dengan memposting, “add saya di email xxxx@example.com ya!”. Ini salah satu ciri orang yang masih FS banget. DHahaha… Satu hal yang penting di sini adalah masalah privacy yang saya tulis di atas. Dengan menjadi friend, umumnya user dapat melihat informasi kontak seperti nomor telepon, alamat rumah dan yang lainnya. Maka bila anda menerima semua orang yang melakukan request menjadi friend anda, maka tentu orang itu bisa saja memanfaatkan informasi kontak anda untuk hal-hal yang ga berkenan seperti spamming.
  2. Masih banyak user yang asal “add as friend” pada setiap kontak yang dilihatnya. Resiko yang timbul sama dengan resiko pada poin pertama yaitu masalah privacy.

Sebenarnya bukan masalah besar bila anda melakukan kedua hal di atas karena setiap user memiliki hak untuk mengelola dan memberitahukan hal-hal privat kepada pengguna lain melalui profilenya. Walau demikian harap dipertimbangkan masalah yang mungkin timbul akibat perbuatan anda terhadap profile anda sendiri. )

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa digunakan ketika menggunakan FB.

1.     Letakkan hanya applications yang benar-benar anda gunakan di profile. Bila anda meletakkan semua application anda dalam profile, bukan hanya akan memberatkan dan membuat lama page loading profile anda sendiri, akan tetapi juga membuat tampilan profile anda terlihat berantakan. Bila anda jarang menggunakan applications tersebut, hapus atau cukup sembunyikan dari halaman profile. Bila applications disembunyikan dari profile, anda sendiri tetap dapat mengakses applications sendiri dari sidebar yang terdapat di sebelah kiri atas.

2.     Jangan serta-merta menerima ajakan untuk menambah application ke profile anda. Permasalahannya sama dengan poin pertama.

3.     Atur privacy untuk contact information anda menjadi setingkat friend saja, dan tentunya hanya menerima friend requests dari yang benar-benar anda kenal saja.

Bila anda benar-benar penasaran dengan kemampuan FB, silahkan anda coba sendiri di http://www.facebook.com dan daftarlah.

Selamat mencoba dan ber-Facebook ria. Nah, begitu aja yach….

SUMBER

Digimaster etersoul.com

Daydreaming.rahadian.com

Majalah Gadis

Majalah Citacinta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s